Apa kabar sahabat dan
kerabat Abi? Bagaimana puasanya, lancar? Insya Allah. Mudah-mudahan puasa kita,
ibadah kita diterima Allah SWT. Amiin. Kembali mengingatkan bahwa puasa itumenahan, bukan sekedar menunda, karenanya mari kita jaga puasa kita dari
perkara-perkara yang bisa membatalkan pahala puasa, tahan dan kendalikan nafsu, jangan sampai tak ada yang
kita dapatkan kecuali lapar dan dahaga.
Showing posts with label antologi. Show all posts
Showing posts with label antologi. Show all posts
3 Jul 2014
28 Nov 2013
Benang Merah, Ketika Sepasang Hati Bertemu
Alhamdulillah, wa syukurillah. Dua kata ini seketika terucap saat
seorang sahabat memberi kabar bahwa buku Benang Merah, Ketika Sepasang HatiBertemu telah terbit dan tersedia di Gramedia dan beberapa toko buku terkemuka
lainnya di seluruh Indonesia.
Benang Merah, Ketika Sepasang Hati Bertemu adalah antologiku yang ke-sekian. Seperti kebahagiaan dan keharuan yang dirasakan penyusun buku ini, Mbak Nurmayanti Zain, akupun merasakan hal yang tak jauh berbeda. Inspirasi dari tulisan Kupilih Engkau Karena Dia yang kupersembahkan dalam buku ini adalah kisah nyata yang kualami beberapa waktu sebelum bersanding di pelaminan. Dan kini, menjelang setahun pernikahan, buku Benang Merah hadir dan melengkapi kebahagiaan kami. Maka tak salah jika Benang Merah, Ketika Sepasang Hati Bertemu, dipilih sebagai judul buku yang memang menjadikan cinta sebagai suguhan utamanya.
Benang Merah, Ketika Sepasang Hati Bertemu adalah antologiku yang ke-sekian. Seperti kebahagiaan dan keharuan yang dirasakan penyusun buku ini, Mbak Nurmayanti Zain, akupun merasakan hal yang tak jauh berbeda. Inspirasi dari tulisan Kupilih Engkau Karena Dia yang kupersembahkan dalam buku ini adalah kisah nyata yang kualami beberapa waktu sebelum bersanding di pelaminan. Dan kini, menjelang setahun pernikahan, buku Benang Merah hadir dan melengkapi kebahagiaan kami. Maka tak salah jika Benang Merah, Ketika Sepasang Hati Bertemu, dipilih sebagai judul buku yang memang menjadikan cinta sebagai suguhan utamanya.
Labels:
antologi
26 Jul 2012
Pelangi Ramadhan
Dua minggu sebelum Ramadhan, Fulan pernah berkomentar yang dianggap provokatif dan kontroversial oleh rekan-rekan di sekelilingnya. Seperti apakah itu?
Sebenarnya tidaklah mengandung provokasi ataupun mengundang kontroversi seandainya rekan-rekan Fulan tidak memotong ucapan Fulan, ‘jangan menunggu Ramadhan…’ dan ‘mumpung belum Ramadhan…’ karena yang Fulan maksudkan adalah ‘jangan menunggu Ramadhan datang untuk memulai membenahi diri, terutama dalam hal ibadah karena tidak ada yang tahu apakah umur kita akan sampai atau tidak’ dan ‘mumpung belum Ramadhan, siapa yang masih mempunyai hutang puasa tahun lalu, bayarlah sekarang karena jika telah melewati Ramadhan, selain mengganti puasa juga harus membayar fidyah ( walau ada pendapat yang tidak mewajibkan membayar fidyah, tapi sebagian besar ulama berpendapat demikian )’.
Sebenarnya tidaklah mengandung provokasi ataupun mengundang kontroversi seandainya rekan-rekan Fulan tidak memotong ucapan Fulan, ‘jangan menunggu Ramadhan…’ dan ‘mumpung belum Ramadhan…’ karena yang Fulan maksudkan adalah ‘jangan menunggu Ramadhan datang untuk memulai membenahi diri, terutama dalam hal ibadah karena tidak ada yang tahu apakah umur kita akan sampai atau tidak’ dan ‘mumpung belum Ramadhan, siapa yang masih mempunyai hutang puasa tahun lalu, bayarlah sekarang karena jika telah melewati Ramadhan, selain mengganti puasa juga harus membayar fidyah ( walau ada pendapat yang tidak mewajibkan membayar fidyah, tapi sebagian besar ulama berpendapat demikian )’.
Labels:
antologi
10 Jun 2012
Tangis Bahagia
Senin, 10 Juni 1996.
Diikuti tatap ratusan pasang mata, patah-patah beliau melangkah ke arahku yang sudah lebih dulu maju. Dipenuhi tanda tanya, gemetar beliau berdiri di samping kananku. Dan mata nan teduh itu mulai berkaca-kaca saat sang mc menyampaikan alasan mengapa beliau harus ada disana, mendampingiku. Bukan, bukan karena terluka air mata itu ada, tapi karena rasa bangga dan bahagia yang spontan menyesaki rongga dadanya.
Belasan tahun telah berlalu, tapi aku masih ingat setiap detail kejadiannya. Tak bisa dan tak ingin kulupa, walau pemilik mata kejora yang turut menjadi saksi kenangan ini telah tiada. Juga tak ada benda yang tersisa karena semuanya raib di atas kereta saat pertama kali aku menghirup udara Jakarta untuk mencari kerja.
Labels:
antologi
3 Jun 2012
Sang Kupu-Kupu
Jika persahabatan diibaratkan kepompong, maka sahabatku ini telah menjadi kupu-kupu yang indah. Sangat indah malah. Kepak sayapnya yang warna warni telah menghiasi hidupku hingga menjadi seindah pelangi. Setiap hari, sang kupu-kupu terus menemaniku, meringankan berat hari-hariku, menghibur sepi hatiku juga memberikan gairah pada jiwaku yang terasa hampa sejak ditinggal almarhumah.
Ibarat kepompong, butuh waktu untuk menjadi kupu-kupu yung indah. Dimana dalam masa-masa itu terkadang terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, datang dan tak bisa dihindari. Begitupun kami, dua pribadi yang berbeda, terkadang membawa kami pada satu keadaan dimana kami harus mengerti dan memahami.
Labels:
antologi
15 May 2012
Resolusi Hebatku
“Apakah kamu pernah bermimpi?” tanya seorang sahabat satu ketika.
“Ya, tentu saja. Aku kan tukang tidur!” jawabku sekenanya.
“Bukan itu maksudku. Apakah kamu punya cita-cita, sesuatu yang besar yang ingin kamu wujudkan?”
“Oh, tentu aku punya, “ jawabku kalem.
“Apa? Bagaimana strategimu untuk mewujudkan mimpi-mimpimu?” cecarnya.
“Mm…”aku pura-pura berpikir. “Jika aku masih ada, aku ingin mewujudkan mimpiku yang ini dan itu, dengan cara begini dan begitu” Entah dapat ide dari mana, saat itu aku merasa berselera untuk menggodanya.
“Jika masih ada? Ini – itu, begini – begitu, apa maksudnya?” ia mulai kesal.
"Hihihi..." aku cekikikan. “Jangan marah dulu, saudaraku. Maaf, aku hanya menggodamu. Bukan aku menyembunyikan mimpiku darimu, bukan pula tak mau berbagi strategi denganmu. Tak ada yang kusembunyikan, semua bisa kau baca secara detail di buku antologiku yang terbaru, Resolusi Hebatku!”
Labels:
antologi
6 Apr 2012
Indahnya Peduli, Nikmatnya Berbagi
Indahnya Peduli, Nikmatnya Berbagi, tema yang diangkat oleh Lembaga Amil Zakat Ilmnafia Peduli dalam lomba menulis yang diadakan beberapa waktu lalu. Alhamdulillah, aku berkesempatan mengikuti lomba ini dan kini benar-benar merasakan indahnya peduli, nikmatnya berbagi. Sebuah paket berisi 8 buah buku dan 2 majalah Mutiara sebagai bonusnya kuterima hari ini.
Labels:
antologi
Subscribe to:
Posts (Atom)
Featured post
Sebab Cinta Tak Harus Menangis
“ Aku bangga pada kalian. Kesabaran, ketegaran dan juga ketabahan kalian. Pertahankan, karena hidup harus tetap berjalan! “ sebuah sms mas...





