Showing posts with label ekspresi. Show all posts
Showing posts with label ekspresi. Show all posts

10 Oct 2011

Setahun Pertama



Kuukir namamu pada pualam
Yang dihiasi mutu manikam
Indah terpelihara, bernilai tiada tara
Dalam sejarah cinta

Kutulis kisahmu bertinta emas
Di lembaran hatiku yang kebas
Tak lekang karna panas, tak lapuk oleh hujan
Tiada mudah tergantikan

‘Tanda mata’ mu kusimpan
Utuh dalam ingatan
Walau cemas kan kujaga
Jangan sampai ternoda

‘Amanah’ yang kau tinggalkan
Tetap dalam genggaman
Walau tak lagi di dunia
Cintaku tak akan sirna 


9 Aug 2011

Ditabur Apa Direbus?

Pa’e tidaklah jago masak. Apapun yang dimasak, rasanya jauh dari enak. Tapi ada satu masakan Pa’e yang Genduk tak pernah nolak. Mi instant. Mau pagi, siang, sore ataupun malam, miegoreng ataupun rebus, Genduk selalu menyantapnya dengan lahap. Sambil menikmati karya terbaik Pa’e, Genduk tak lupa memuji. “ Sama-sama mi, tapi kalau Pa’e yang masak, rasanya jadi beda. Jauh lebih enak!” Tentu saja ini trik Genduk agar besok-besok Pa’e mau masakin mi lagi. Pa’e sudah hafal rayuan pulau kelapa si Genduk, sehafal Genduk dengan gelengan kepala Pa’e setelah itu.

Bagaimana mereka tidak hafal, rayuan gombal Genduk sejatinya dia copy dari Pa’e. Dan jika Pa’e selalu menanggapi dengan gelengan kepala, adalah meniru gaya Bu’e dulu. Meskipun mie rasanya enak, kalau keseringan, tidak bagus untuk kesehatan. Demikian Pa’e selalu beralasan. 


Tapi hari itu ada yang beda. Alih-alih memuji seperti biasanya, Genduk malah mengkomplain mie goreng buatan Pa’e. 

“ Pa’e, kayaknya ada yang salah deh “ kata Genduk sambil membolak-balik mie goreng di piringnya.

“ Salah? Salah gimana? Kalau soal masak mie, aku sudah hafal di luar kepala ” sahut Pa’e sedikit menyombong. Padahal, masak mi adalah satu-satunya keahliannya setelah masak air. Hihihi…

“Iya, tapi kok sayurannya masih mentah?” 

“ Sayuran? Aku nda menambahkan sayuran. Bawang goreng kali yang kamu maksudkan?”

“ Bukan! Bukan bawang goreng, Pa’e! “ Genduk ngotot. ” Ini sayuran kering, seharusnya kan ikut direbus, kok Pa’e taburin begini? ”

Meski Pa’e yakin sudah mengikuti semua petunjuk cara penyajian - kecuali menambahkan sewiran ayam – mau nda mau Pa’e jadi ragu. Jangan-jangan Genduk benar. Mi goreng yang ia masak kali ini memang  berbeda dari biasanya. Kurang puas dengan porsi biasa, pulang kerja kemarin Pa’e sengaja mampir ke minimarket, membeli In**mie goreng JUMBO special untuk Genduk. 

Benarkah yang Genduk katakan? Pa’e mulai merasa ada sesuatu yang ia lewatkan, lebih tepatnya lupakan. Pa’e segera mengambil kembali bungkus mie yang belum sempat ia buang. Penasaran, fast reading Pa’e membaca petunjuk pengolahan yang tertera di bagian belakang kemasan. 

Sampai di kata-kata ‘Sementara  mi direbus, campurkan bumbu, minyak bumbu, saus cabe dn kecap manis ke dalam piring’ tidak ada yang salah. Juga di petunjuk berikutnya, ‘ Tiriskan mi, kemudian campurkan mi ke dalam campuran bumbu di piring, aduk hingga merata’ itupun sudah Pa’e lakukan. Tapi Pa’e tidak menemukan petunjuk untuk menaburkan bawang goreng di atasnya. Tidak ada kata-kata itu, dan memang tidak ada bawang goreng dalam kemasan In**mie goreng JUMBO special. Yang ada adalah sayuran kering yang dikemas bersebelahan dengan bumbu utamanya. Dan Pa’e melewatkan petunjuk pertamanya ‘ Rebus mi dan bahan pelengkap dalam 500 cc air mendidih selama 3 menit sambil diaduk ’ Jadi di sinilah letak masalahnya. Pa’e mengira sayuran kering itu adalah bawang goreng seperti mi goreng pada umumnya. Dan semestinya sayuran kering itu ikut direbut, bukan ditabur. Hihihi… Pa’e mesem sendiri. 

Ternyata ada yang beda, Pa’e kira sama. Kalau Genduk komplain, itu wajar saja. 

“ Pa’e, terus piye iki?” tanya Genduk bingung. Dan tambah bingung lagi ketika melihat Pa’e mesam-mesem sendiri . 

“ Yo, piye meneh? Di pinggirin saja sayurannya, daripada mubazir “ jawab Pa’e enteng.

Oalah, Pa’e…Pa’e……! Bagaimana mau jadi master chef, lha wong masak mi saja ndak becus! Itu sayuran, Pa’e, bukan bawang goreng. Jadi jangan ditabur, tapi ikut direbus. Hehehehe...


gambar pinjam di sini

Ini bukan promosi mi, tapi jika sahabat mempunyai pengalaman unik seputar mi, bolehlah di bagi disini.

21 Sept 2010

Kembali

Assalamu’alaikum, apa kabar sahabat dan juga kerabat? 

 Alhamdulillah wa syukurillah, puji syukur tiada hentinya kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas seluruh nikmat dan karunia Nya. Sholawat serta salam tiada putus kita persembahkan kepada junjungan alam Rusululloh SAW, keluarga, para sahabat dan semoga syafaatnya mengalir kepada seluruh pengikutnya sampai akhir zaman, termasuk kita. Insya Allah, amin.

Masih dalam suasana Idul Fitri, perkenankan kembali saya menghaturkan Selamat Idul Fitri 1431 H. Taqobbalallohu minna wa minkum, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Mohon maaf lahir dan batin, semoga kita bisa meraih dan mempertahankan ke-fitri-an ini, fitri dalam arti benar-benar kembali kepada kesucian layaknya bayi yang baru dilahirkan, bukan fitri dalam arti sekedar kembali makan pagi. Insya Allah, amin.

6 Sept 2010

Selamat Idul Fitri 1431 H




catatan:
Postingan ini sengaja dilakukan lebih awal karena saya khawatir akan terlambat melakukan, mengingat beberapa tugas yang harus saya selesaikan sebelum lebaran dan juga persiapan mudik lebaran ke kampung halaman ( Kebumen ). Mohon maaf apabila saya tidak sempat berkunjung balik ke blog saudara-saudari semua.  Insya Allah, saya akan berusaha semaksimal mungkin, namun apabila ternyata tidak semua blog saudara dan saudari saya kunjungi, semoga tidak mengurangi kebahagiaan di hari kemenangan ini.

Mari saling mendoakan, semoga puasa kita, amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima Allah SWT, dan saatnya tiba Idul Fitri kita benar-benar kembali menjadi suci dan gelar muttaqin menjadi milik kita. Semoga pula, usai libur lebaran nanti kita bisa kembali menjalin silaturahmi, saling berbagi, berbagi kebahagiaan, kebaikan, ilmu dan juga informasi. Insya Allah, amin ya Allah ya robbal 'alamin.

21 Aug 2010

Enam Puluh Lima

65 Apa yang pertama kali anda ingat ketika melihat atau mendengar seseorang menyebut angka 65? Barangkali yang paling segar dalam ingatan kita adalah Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-65 yang beberapa hari lalu kita peringati. Begitupun yang ada dalam ingatan saya pada mulanya.

Tapi kemudian angka 65 bagi saya terasa lebih istimewa, Mengapa? Karena ternyata – saya sebut ternyata karena saya tidak menyadari sebelumnya dan tanpa direncana – tulisan saya yang berjudul “ Semerah Agustusan, Seputih Ramadhan “ yang saya persiapkan dalam rangka memperingati HUT RI tanggal 17 Agustus kemarin, adalah tulisan saya yang ke-65 setelah tulisan “ Tetap Semangat Tanpa Maksiat “ lolos seleksi redaksi eramuslim.com setahun yang lalu.

Hanya karena itu? Ya! Bagi para penulis senior, angka 65 dalam satu tahun adalah angka yang sangat sedikit. Tapi bagi saya angka 65 adalah angka yang cukup membesarkan hati, apalagi untuk bisa dipublikasikan di eramuslim.com atau kotasantri.com harus melalui seleksi redaksi, tidak seperti postingan di blog sendiri dimana kita penulis sekaligus redakturnya.

Apa istimewanya keenam puluh lima tulisan tersebut? Tidak ada! Hampir tidak ada keistimewaan dari setiap tulisan yang dalam blog ini saya sebut Kisah Berhikmah. Semuanya hanya berisi kisah dari kejadian sehari-hari yang saya lihat, dengar, rasakan dan juga fikirkan namun bukan sekedar angan-angan, ada hikmah dan juga pelajaran. Bahasa yang digunakanpun biasa saja, bahkan masih ada ejaan dan kosa kata yang perlu dikoreksi.

Tak ada alasan yang saya dapatkan, tak ada rasa bangga yang bisa dijadikan untuk menyombongkan diri terhadap tulisaan-tulisan saya. Bukan untuk menggurui, menghakimi, atau menunjukan prestasi diri, tapi sekedar mengingatkan diri pribadi, keluarga, tetangga, sahabat, kerabat dan juga pembaca pada umumnya, itulah niat dan motivasi saya ketika menulis. Keenam puluh lima tulisan atau kisah berhikmah tersebut sebagian saya publikasikan di eramuslim.com, sebagian lagi di kotasantri.com dan sebagian lagi di keduanya. Tulisan-tulisan tersebut kemudian saya posting ulang di blog ini dengan harapan sekecil apapun, sesedikit apapun bisa memberikan manfaat, amin.

Sekedar berpesan bahwa setiap pribadi memiliki kewajiban untuk saling mengingatkan, menyadarkan, menyampaikan kebenaran, kebaikan walaupun kecil dan sederhana, termasuk dalam bentuk tulisan. Saya yakin anda bisa melakukan jauh lebih bagus dari apa yang saya lakukan, hanya barangkali masih merasa ragu dan belum mendapatkan kesempatan. Cobalah untuk mengirim tulisan anda melalui kedua situs yang saya sebutkan, atau bisa di tempat lain, termasuk blog pribadi anda masing-masing. Anda tidak akan pernah tahu caranya, kesulitannya dan rasa bahagia ketika tulisan kita berhasil dipublikasikan sebelum anda mencobanya. Anda berminat? Bismillah, niatkan karena Allah dan hanya mengharap ridho Allah. Insya Allah.

Terakhir, terima kasih saya sampaikan kepada redaksi eramuslim.com dan kotasantri.com yang telah memberikan kesempatan yang luas bagi saya. Alhamdulillah, setiap tulisan yang dipublikasikan adalah pemicu semangat untuk menulis lagi, lebih baik lagi. Insya Allah, mudah-mudahan Allah memberkahi. Dan untuk setiap kesalahan, kekurangan dan kekeliruan sekecil apapun dalam tulisan saya, saya mohon maaf dan sangat bahagia bila ada yang bersedia mengingatkan. Bagaimanapun, saya juga masih harus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.

15 Aug 2010

Dirgahayu Negeriku, Diberkahi Bangsaku

Alhamdulillah, wasyukurilah, puji syukur tiada hentinya kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan kemerdekaan pada bangsa Indonesia. Nikmat kemerdekaan ini adalah sebuah anugerah sekaligus amanah, harus kita syukuri bukan saja dalam lisan tapi juga diterjemahkan dalam tindakan dan perbuatan.

Warna merah putih mendominasi di mana-mana, bendera dan umbul-umbul dari berbagai bahan dan ukuran menghias jalan-jalan kota hingga ke pelosok-pelosok desa sejak bulan Agustus tiba. Aneka lomba dan permainan khas tujuh belasan seperti panjat pinang, balap karung, makan kerupuk dan permainan rakyat lainnya turut memeriahkan peringatan kemerdekaan tanggal tujuh belas Agustus.

9 Aug 2010

Marhaban Ya Ramadhan

Allohuma bariklana firojaba wa syabana wa balighna romadhona
Ya Allah berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban serta berikanlah kami kesempatan untuk sampai pada bulan Suci Ramadhan.
Amin

Bulan Rajab telah sama-sama kita lalui. Bulan Sya’banpun telah sama-sama kita jalani. Bulan Ramadhan nan suci segera datang, tak lama lagi. Semoga Allah memberikan kepada kita keberkahan bulan Rajab dan Sya’ban, serta memberikan kesempatan kepada kita untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan yang mulia. Amin.

Marhaban Ya Ramadhan…

Alangkah indahnya apabila bulan suci Ramadhan kita sambut dengan hati yang suci, salah satunya dengan jalan saling memaafkan, membebaskan diri dari kesalahan. Memang, semestinya kita segera meminta maaf setiap kali melakukan salah dan khilaf, tidak harus menunggu datangnya bulan suci Ramadhan ataupun hari lebaran. Islam tidak mengatur bahwa memohon maaf harus ‘menunggu’ momen-momen tertentu, begitupun tidak ada larangan apabila momen-momen khusus ini kita gunakan untuk saling memaafkan.

Saya, atas nama pribadi dan juga mewakili keluarga, memohon maaf yang setulus ikhlasnya kepada keluarga, tetangga, sahabat dan kerabat serta seluruh sahabat nara blog atas kesalahan, kekeliruan, kekhilafan dan kekurangan saya, baik yang terdapat dalam postingan, komentar ataupun tanggapan. Saya sadar bahwa saya hanyalah hamba yang lemah, tak luput dari salah, saya hanyalah hamba yang dhoif yang tak lepas dari khilaf. Tak ada maksud sedikitpun dalam setiap postingan, komentar ataupun tanggapan yang saya berikan untuk menyinggung, menyakiti, merugikan ataupun membuat orang lain merasa tidak nyaman, namun semua itu bisa saja terjadi tanpa saya sadari. Itulah bukti bahwa saya hanyalah manusia, mungkin memiliki kelebihan namun pasti memiliki kekurangan.

Sekali lagi, mohon dimaafkan atas segala salah dan khilaf, begitupun dengan tulus ikhlas saya sudah memaafkan kesalahan dan kekhilafan sahabat semua. Mari sambut bulan nan suci mulia ini dengan hati yang bersih. Manfaatkan sebaik mungkin bulan mulia ini untuk meningkatkan ibadah, baik secara kualitas maupun kuantitas. Insya Allah.

Selamat menunaikan ibadah puasa, dan juga ibadah-ibadah lainnya. Semoga Allah menerima ibadah kita dan kita benar-benar bisa menjadi hamba yang bertaqwa. Amin.

***
Saya atas nama pribadi dan keluarga juga menyampaikan terima kasih dan penghormatan yang tinggi kepada saudara, tetangga, sahabat, kerabat dan juga nara blog yang telah memberikan doa, dukungan dan bantuan untuk kesembuhan istri saya. Memang, ujian ini terasa sangat berat kami rasakan, namun Alhamdulillah Allah masih berkenan memberikan pertolongan, salah satunya adalah melalui kalian semua.

Sejauh ini kesehatan istri saya sudah lebih membaik, meskipun tindakan dokter belum menyentuh ke penanganan ginjalnya. Bagaimanapun, medis adalah sebuah ikhtiar, ada berbagai macam ikhtiar lainnya. Sampai saat ini kami dan keluarga sepakat untuk mencari kesembuhan melalui jalur non medis, yang terpenting adalah ikhtiar ini tidak bertentangan dengan aturan agama, dan kesembuhanlah yang jadi tujuan utamanya. Ikhlas, sabar, ikhtiar dan doa serta tawakal, itu yang bisa kami lakukan. Insya Allah, apapun yang terjadi pada diri dan keluarga kami, kami sadar semuanya atas izin dan kehendak Allah SWT. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan. Selagi kita bersabar dan ikhtiar, maka Allah akan memberikan pertolongan dan jalan keluar. Allah tak menurunkan penyakit keculi beserta obat penyembuhnya. Insya Allah, kami jauh lebih tabah dibanding saat-saat pertama kami menerima ujian ini, dan salah satunya adalah berkat doa, dukungan dan bantuan kalian semua. Semoga Allah mencatat semuanya sebagai amal kebajikan dan memberikan pahala yang berlipat ganda. Amin.

Gambar dipinjam dari sini

Featured post

Sebab Cinta Tak Harus Menangis

“ Aku bangga pada kalian. Kesabaran, ketegaran dan juga ketabahan kalian. Pertahankan, karena hidup harus tetap berjalan! “ sebuah sms mas...

 
© Copyright 2035 Ruang Belajar Abi
Theme by Yusuf Fikri