Showing posts with label ekspresi. Show all posts
Showing posts with label ekspresi. Show all posts

10 Oct 2011

Setahun Pertama



Kuukir namamu pada pualam
Yang dihiasi mutu manikam
Indah terpelihara, bernilai tiada tara
Dalam sejarah cinta

Kutulis kisahmu bertinta emas
Di lembaran hatiku yang kebas
Tak lekang karna panas, tak lapuk oleh hujan
Tiada mudah tergantikan

‘Tanda mata’ mu kusimpan
Utuh dalam ingatan
Walau cemas kan kujaga
Jangan sampai ternoda

‘Amanah’ yang kau tinggalkan
Tetap dalam genggaman
Walau tak lagi di dunia
Cintaku tak akan sirna 


9 Aug 2011

Ditabur Apa Direbus?

Pa’e tidaklah jago masak. Apapun yang dimasak, rasanya jauh dari enak. Tapi ada satu masakan Pa’e yang Genduk tak pernah nolak. Mi instant. Mau pagi, siang, sore ataupun malam, miegoreng ataupun rebus, Genduk selalu menyantapnya dengan lahap. Sambil menikmati karya terbaik Pa’e, Genduk tak lupa memuji. “ Sama-sama mi, tapi kalau Pa’e yang masak, rasanya jadi beda. Jauh lebih enak!” Tentu saja ini trik Genduk agar besok-besok Pa’e mau masakin mi lagi. Pa’e sudah hafal rayuan pulau kelapa si Genduk, sehafal Genduk dengan gelengan kepala Pa’e setelah itu.

Bagaimana mereka tidak hafal, rayuan gombal Genduk sejatinya dia copy dari Pa’e. Dan jika Pa’e selalu menanggapi dengan gelengan kepala, adalah meniru gaya Bu’e dulu. Meskipun mie rasanya enak, kalau keseringan, tidak bagus untuk kesehatan. Demikian Pa’e selalu beralasan. 


Tapi hari itu ada yang beda. Alih-alih memuji seperti biasanya, Genduk malah mengkomplain mie goreng buatan Pa’e. 

“ Pa’e, kayaknya ada yang salah deh “ kata Genduk sambil membolak-balik mie goreng di piringnya.

“ Salah? Salah gimana? Kalau soal masak mie, aku sudah hafal di luar kepala ” sahut Pa’e sedikit menyombong. Padahal, masak mi adalah satu-satunya keahliannya setelah masak air. Hihihi…

“Iya, tapi kok sayurannya masih mentah?” 

“ Sayuran? Aku nda menambahkan sayuran. Bawang goreng kali yang kamu maksudkan?”

“ Bukan! Bukan bawang goreng, Pa’e! “ Genduk ngotot. ” Ini sayuran kering, seharusnya kan ikut direbus, kok Pa’e taburin begini? ”

Meski Pa’e yakin sudah mengikuti semua petunjuk cara penyajian - kecuali menambahkan sewiran ayam – mau nda mau Pa’e jadi ragu. Jangan-jangan Genduk benar. Mi goreng yang ia masak kali ini memang  berbeda dari biasanya. Kurang puas dengan porsi biasa, pulang kerja kemarin Pa’e sengaja mampir ke minimarket, membeli In**mie goreng JUMBO special untuk Genduk. 

Benarkah yang Genduk katakan? Pa’e mulai merasa ada sesuatu yang ia lewatkan, lebih tepatnya lupakan. Pa’e segera mengambil kembali bungkus mie yang belum sempat ia buang. Penasaran, fast reading Pa’e membaca petunjuk pengolahan yang tertera di bagian belakang kemasan. 

Sampai di kata-kata ‘Sementara  mi direbus, campurkan bumbu, minyak bumbu, saus cabe dn kecap manis ke dalam piring’ tidak ada yang salah. Juga di petunjuk berikutnya, ‘ Tiriskan mi, kemudian campurkan mi ke dalam campuran bumbu di piring, aduk hingga merata’ itupun sudah Pa’e lakukan. Tapi Pa’e tidak menemukan petunjuk untuk menaburkan bawang goreng di atasnya. Tidak ada kata-kata itu, dan memang tidak ada bawang goreng dalam kemasan In**mie goreng JUMBO special. Yang ada adalah sayuran kering yang dikemas bersebelahan dengan bumbu utamanya. Dan Pa’e melewatkan petunjuk pertamanya ‘ Rebus mi dan bahan pelengkap dalam 500 cc air mendidih selama 3 menit sambil diaduk ’ Jadi di sinilah letak masalahnya. Pa’e mengira sayuran kering itu adalah bawang goreng seperti mi goreng pada umumnya. Dan semestinya sayuran kering itu ikut direbut, bukan ditabur. Hihihi… Pa’e mesem sendiri. 

Ternyata ada yang beda, Pa’e kira sama. Kalau Genduk komplain, itu wajar saja. 

“ Pa’e, terus piye iki?” tanya Genduk bingung. Dan tambah bingung lagi ketika melihat Pa’e mesam-mesem sendiri . 

“ Yo, piye meneh? Di pinggirin saja sayurannya, daripada mubazir “ jawab Pa’e enteng.

Oalah, Pa’e…Pa’e……! Bagaimana mau jadi master chef, lha wong masak mi saja ndak becus! Itu sayuran, Pa’e, bukan bawang goreng. Jadi jangan ditabur, tapi ikut direbus. Hehehehe...


gambar pinjam di sini

Ini bukan promosi mi, tapi jika sahabat mempunyai pengalaman unik seputar mi, bolehlah di bagi disini.

21 Sept 2010

Kembali

Assalamu’alaikum, apa kabar sahabat dan juga kerabat? 

 Alhamdulillah wa syukurillah, puji syukur tiada hentinya kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas seluruh nikmat dan karunia Nya. Sholawat serta salam tiada putus kita persembahkan kepada junjungan alam Rusululloh SAW, keluarga, para sahabat dan semoga syafaatnya mengalir kepada seluruh pengikutnya sampai akhir zaman, termasuk kita. Insya Allah, amin.

Masih dalam suasana Idul Fitri, perkenankan kembali saya menghaturkan Selamat Idul Fitri 1431 H. Taqobbalallohu minna wa minkum, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Mohon maaf lahir dan batin, semoga kita bisa meraih dan mempertahankan ke-fitri-an ini, fitri dalam arti benar-benar kembali kepada kesucian layaknya bayi yang baru dilahirkan, bukan fitri dalam arti sekedar kembali makan pagi. Insya Allah, amin.

6 Sept 2010

Selamat Idul Fitri 1431 H




catatan:
Postingan ini sengaja dilakukan lebih awal karena saya khawatir akan terlambat melakukan, mengingat beberapa tugas yang harus saya selesaikan sebelum lebaran dan juga persiapan mudik lebaran ke kampung halaman ( Kebumen ). Mohon maaf apabila saya tidak sempat berkunjung balik ke blog saudara-saudari semua.  Insya Allah, saya akan berusaha semaksimal mungkin, namun apabila ternyata tidak semua blog saudara dan saudari saya kunjungi, semoga tidak mengurangi kebahagiaan di hari kemenangan ini.

Mari saling mendoakan, semoga puasa kita, amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima Allah SWT, dan saatnya tiba Idul Fitri kita benar-benar kembali menjadi suci dan gelar muttaqin menjadi milik kita. Semoga pula, usai libur lebaran nanti kita bisa kembali menjalin silaturahmi, saling berbagi, berbagi kebahagiaan, kebaikan, ilmu dan juga informasi. Insya Allah, amin ya Allah ya robbal 'alamin.

21 Aug 2010

Enam Puluh Lima

65 Apa yang pertama kali anda ingat ketika melihat atau mendengar seseorang menyebut angka 65? Barangkali yang paling segar dalam ingatan kita adalah Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-65 yang beberapa hari lalu kita peringati. Begitupun yang ada dalam ingatan saya pada mulanya.

Tapi kemudian angka 65 bagi saya terasa lebih istimewa, Mengapa? Karena ternyata – saya sebut ternyata karena saya tidak menyadari sebelumnya dan tanpa direncana – tulisan saya yang berjudul “ Semerah Agustusan, Seputih Ramadhan “ yang saya persiapkan dalam rangka memperingati HUT RI tanggal 17 Agustus kemarin, adalah tulisan saya yang ke-65 setelah tulisan “ Tetap Semangat Tanpa Maksiat “ lolos seleksi redaksi eramuslim.com setahun yang lalu.

Hanya karena itu? Ya! Bagi para penulis senior, angka 65 dalam satu tahun adalah angka yang sangat sedikit. Tapi bagi saya angka 65 adalah angka yang cukup membesarkan hati, apalagi untuk bisa dipublikasikan di eramuslim.com atau kotasantri.com harus melalui seleksi redaksi, tidak seperti postingan di blog sendiri dimana kita penulis sekaligus redakturnya.

Apa istimewanya keenam puluh lima tulisan tersebut? Tidak ada! Hampir tidak ada keistimewaan dari setiap tulisan yang dalam blog ini saya sebut Kisah Berhikmah. Semuanya hanya berisi kisah dari kejadian sehari-hari yang saya lihat, dengar, rasakan dan juga fikirkan namun bukan sekedar angan-angan, ada hikmah dan juga pelajaran. Bahasa yang digunakanpun biasa saja, bahkan masih ada ejaan dan kosa kata yang perlu dikoreksi.

Tak ada alasan yang saya dapatkan, tak ada rasa bangga yang bisa dijadikan untuk menyombongkan diri terhadap tulisaan-tulisan saya. Bukan untuk menggurui, menghakimi, atau menunjukan prestasi diri, tapi sekedar mengingatkan diri pribadi, keluarga, tetangga, sahabat, kerabat dan juga pembaca pada umumnya, itulah niat dan motivasi saya ketika menulis. Keenam puluh lima tulisan atau kisah berhikmah tersebut sebagian saya publikasikan di eramuslim.com, sebagian lagi di kotasantri.com dan sebagian lagi di keduanya. Tulisan-tulisan tersebut kemudian saya posting ulang di blog ini dengan harapan sekecil apapun, sesedikit apapun bisa memberikan manfaat, amin.

Sekedar berpesan bahwa setiap pribadi memiliki kewajiban untuk saling mengingatkan, menyadarkan, menyampaikan kebenaran, kebaikan walaupun kecil dan sederhana, termasuk dalam bentuk tulisan. Saya yakin anda bisa melakukan jauh lebih bagus dari apa yang saya lakukan, hanya barangkali masih merasa ragu dan belum mendapatkan kesempatan. Cobalah untuk mengirim tulisan anda melalui kedua situs yang saya sebutkan, atau bisa di tempat lain, termasuk blog pribadi anda masing-masing. Anda tidak akan pernah tahu caranya, kesulitannya dan rasa bahagia ketika tulisan kita berhasil dipublikasikan sebelum anda mencobanya. Anda berminat? Bismillah, niatkan karena Allah dan hanya mengharap ridho Allah. Insya Allah.

Terakhir, terima kasih saya sampaikan kepada redaksi eramuslim.com dan kotasantri.com yang telah memberikan kesempatan yang luas bagi saya. Alhamdulillah, setiap tulisan yang dipublikasikan adalah pemicu semangat untuk menulis lagi, lebih baik lagi. Insya Allah, mudah-mudahan Allah memberkahi. Dan untuk setiap kesalahan, kekurangan dan kekeliruan sekecil apapun dalam tulisan saya, saya mohon maaf dan sangat bahagia bila ada yang bersedia mengingatkan. Bagaimanapun, saya juga masih harus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.

15 Aug 2010

Dirgahayu Negeriku, Diberkahi Bangsaku

Alhamdulillah, wasyukurilah, puji syukur tiada hentinya kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan kemerdekaan pada bangsa Indonesia. Nikmat kemerdekaan ini adalah sebuah anugerah sekaligus amanah, harus kita syukuri bukan saja dalam lisan tapi juga diterjemahkan dalam tindakan dan perbuatan.

Warna merah putih mendominasi di mana-mana, bendera dan umbul-umbul dari berbagai bahan dan ukuran menghias jalan-jalan kota hingga ke pelosok-pelosok desa sejak bulan Agustus tiba. Aneka lomba dan permainan khas tujuh belasan seperti panjat pinang, balap karung, makan kerupuk dan permainan rakyat lainnya turut memeriahkan peringatan kemerdekaan tanggal tujuh belas Agustus.

9 Aug 2010

Marhaban Ya Ramadhan

Allohuma bariklana firojaba wa syabana wa balighna romadhona
Ya Allah berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban serta berikanlah kami kesempatan untuk sampai pada bulan Suci Ramadhan.
Amin

Bulan Rajab telah sama-sama kita lalui. Bulan Sya’banpun telah sama-sama kita jalani. Bulan Ramadhan nan suci segera datang, tak lama lagi. Semoga Allah memberikan kepada kita keberkahan bulan Rajab dan Sya’ban, serta memberikan kesempatan kepada kita untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan yang mulia. Amin.

Marhaban Ya Ramadhan…

Alangkah indahnya apabila bulan suci Ramadhan kita sambut dengan hati yang suci, salah satunya dengan jalan saling memaafkan, membebaskan diri dari kesalahan. Memang, semestinya kita segera meminta maaf setiap kali melakukan salah dan khilaf, tidak harus menunggu datangnya bulan suci Ramadhan ataupun hari lebaran. Islam tidak mengatur bahwa memohon maaf harus ‘menunggu’ momen-momen tertentu, begitupun tidak ada larangan apabila momen-momen khusus ini kita gunakan untuk saling memaafkan.

Saya, atas nama pribadi dan juga mewakili keluarga, memohon maaf yang setulus ikhlasnya kepada keluarga, tetangga, sahabat dan kerabat serta seluruh sahabat nara blog atas kesalahan, kekeliruan, kekhilafan dan kekurangan saya, baik yang terdapat dalam postingan, komentar ataupun tanggapan. Saya sadar bahwa saya hanyalah hamba yang lemah, tak luput dari salah, saya hanyalah hamba yang dhoif yang tak lepas dari khilaf. Tak ada maksud sedikitpun dalam setiap postingan, komentar ataupun tanggapan yang saya berikan untuk menyinggung, menyakiti, merugikan ataupun membuat orang lain merasa tidak nyaman, namun semua itu bisa saja terjadi tanpa saya sadari. Itulah bukti bahwa saya hanyalah manusia, mungkin memiliki kelebihan namun pasti memiliki kekurangan.

Sekali lagi, mohon dimaafkan atas segala salah dan khilaf, begitupun dengan tulus ikhlas saya sudah memaafkan kesalahan dan kekhilafan sahabat semua. Mari sambut bulan nan suci mulia ini dengan hati yang bersih. Manfaatkan sebaik mungkin bulan mulia ini untuk meningkatkan ibadah, baik secara kualitas maupun kuantitas. Insya Allah.

Selamat menunaikan ibadah puasa, dan juga ibadah-ibadah lainnya. Semoga Allah menerima ibadah kita dan kita benar-benar bisa menjadi hamba yang bertaqwa. Amin.

***
Saya atas nama pribadi dan keluarga juga menyampaikan terima kasih dan penghormatan yang tinggi kepada saudara, tetangga, sahabat, kerabat dan juga nara blog yang telah memberikan doa, dukungan dan bantuan untuk kesembuhan istri saya. Memang, ujian ini terasa sangat berat kami rasakan, namun Alhamdulillah Allah masih berkenan memberikan pertolongan, salah satunya adalah melalui kalian semua.

Sejauh ini kesehatan istri saya sudah lebih membaik, meskipun tindakan dokter belum menyentuh ke penanganan ginjalnya. Bagaimanapun, medis adalah sebuah ikhtiar, ada berbagai macam ikhtiar lainnya. Sampai saat ini kami dan keluarga sepakat untuk mencari kesembuhan melalui jalur non medis, yang terpenting adalah ikhtiar ini tidak bertentangan dengan aturan agama, dan kesembuhanlah yang jadi tujuan utamanya. Ikhlas, sabar, ikhtiar dan doa serta tawakal, itu yang bisa kami lakukan. Insya Allah, apapun yang terjadi pada diri dan keluarga kami, kami sadar semuanya atas izin dan kehendak Allah SWT. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan. Selagi kita bersabar dan ikhtiar, maka Allah akan memberikan pertolongan dan jalan keluar. Allah tak menurunkan penyakit keculi beserta obat penyembuhnya. Insya Allah, kami jauh lebih tabah dibanding saat-saat pertama kami menerima ujian ini, dan salah satunya adalah berkat doa, dukungan dan bantuan kalian semua. Semoga Allah mencatat semuanya sebagai amal kebajikan dan memberikan pahala yang berlipat ganda. Amin.

Gambar dipinjam dari sini

29 Jul 2010

Bukti Cinta

“Apakah Manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan,kami telah beriman,sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang orang sebelum mereka,dan benar benar ALLAH mengetahui orang orang yang benar dan mengetahui pula orang orang yang dusta”                ( Q.S. Al-Ankabut Ayat 2-3 )

Karena aku ‘mengaku’ beriman, maka Allah memberiku ujian.
Karena aku ‘mengaku’ cinta keluarga, ‘mungkin’ Allah meminta buktinya.

Sudah dua hari ini, istri saya ( Sunarsi binti Sunar, 32 tahun ) harus dirawat di RSIA Dinda karena keluhan awal hipertensi. Tapi hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan data yang sangat-sangat tidak kami duga, yaitu:
• Hasil pemeriksaan tekanan darah : 170 -200 / 90 – 100
• Kadar hemoglobin : 4 ( standard : 9 – 12 )
• Dari hasil USG diketahui bahwa kedua ginjalnya kecil ( mengecil ) dengan hasil pemeriksaan;
• Kadar ureum : 206 ( standard : 10 – 50 )
• Kadar creatinin: 8.77 ( standard: 0.7 – 1.3 )

Kalau keluhan darah tinggi, sudah lama kami sadari, istripun rutin meminum amlodipine 5 mg dua kali sehari. Tapi apa penyebab tekanan darah istri selalu tinggi, baru kamu ketahui. Secara orang awam, kita bisa membaca dan tahu apa arti dari data-data tersebut, terlebih kemudian sang dokter yang menangani secara terpisah menjelaskan apa dan bagaimana arti dari data-data ini. Untuk menjaga mental istri, sejauh ini kami menyembunyikan kenyataan ini darinya.


Ikhlas, sabar, dan ikhtiar, ini yang harus bisa kami lakukan dan insya Allah akan kami pertahankan. Bagaimanapun kami harus tetap sadar bahwa apapun yang terjadi pada diri kami adalah atas izin dan kehendak Allah SWT.

Tapi, bagaimanapun kami hanyalah hamba yang dhoif, lemah, seringkali khilaf dan banyak melakukan dosa dan juga salah. Ada kalanya kami merasa tegar, namun seringkali pula kami merasa sangat-sangat membutuhkan dorongan semangat, terutama do’a.

Untuk itu, jika sekiranya tidak merepotkan, dengan kerendahan hati kami memohon kepada seluruh sahabat narablog untuk turut mendo’akan semoga istri saya diberikan kesembuhan, dipulihkan kesehatannya dan diangkat segala penyakitnya. Dan juga agar kami seluruh keluarga besar yang sangat mencintai dan menyayanginya, diberikan kesabaran, kesadaran dan kekuatan untuk tetap mendampingi dia.
Atas doa tulus yang diberikan, saya hanya bisa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Saya tak bisa menjanjikan apa-apa, semoga Allah mencatatnya sebagai sebuah amal ibadah dan memberikan pahala yang berlipat ganda.


Setiap doa akan kami amini, setiap masukan akan kami pertimbangkan. Mohon maaf apabila kami tak bisa memberikan tanggapan ataupun silaturahmi dengan narablog dalam jangka waktu yang belum bisa kami tentukan. Namun kami berharap, secepatnya Allah mengabulkan do’a-do’a dan memberikan kesembuhan kepada istri yang sangat saya cintai, saya sayangi. Amin Ya Allah Ya Robbal Alamin.

Satu yang membuat kami tegar adalah bahwa meskipun pemeriksaan medis menyatakan kondisinya separah itu, Alhamdulillah sejauh ini istri masih bisa melakukan aktifitas sendiri, makan, minum, ke kamar mandi bahkan perawat ataupun dokter yang memeriksa merasa heran mengapa istriku tidak merasakan gejala-gejala yang umum dirasakan oleh pasien-pasien hipertensi seperti pusing, kepala terasa berat, ujung jari kesemutan dan lain-lainnya. Mudah-mudahan ini satu pertanda bahwa Allah memberikan keistimewaan – pertolongan – kepadanya. Satu-satunya yang dirasakan adalah istriku merasa gampang lelah, dan itu karena pengaruh hemoglobinya yang sangat rendah. Insya Allah dengan transfusi darah, permasalahan hb bisa segera di tangani. Sejauh ini peningkatan kadar hb masih menjadi prioritas utama, dokter belum menjelaskan langkah-langkah selanjutnya ( meskipun sudah memberikan gambaran tindakan yang mungkin perlu dilakukan ).

la haula wala quwwaata ila billah….

Ya Allah, kami yakin bersama sakit Engkau turunkan pula penyembuhnya. Dan kami yakin, selama kami ikhlas dan sabar, maka Engkau akan berikan kami pertolongan. Dan, jika boleh kami meminta, sembuhkan orang yang sangat kami sayangi, agar kami bisa sama-sama mengabdi kepada Mu. Amin.

13 Jul 2010

Adil: Sulit Tapi Bukan Mustahil

Apakah adil berarti sama rata? Terkadang, untuk hal-hal tertentu iya. Bagaimana jika memberikan sesuatu sesuai hak dan kebutuhannya? Itu juga bisa disebut adil. Jadi, adil itu pastinya yang seperti apa? Yang jelas, adil atau berbuat adil memanglah tidak mudah, sulit tapi tentu saja bukan hal yang mustahil.

Mengapa tiba-tiba saya membuat postingan yang banyak menggunakan kata adil. Akankah saya membahas soal keadilan di negeri ini? Tidak, jawabnya tentu saja tidak. Saya tidak ‘berani’ memberikan komentar soal keadilan di negeri ini. Terlalu banyak pihak-pihak yang mengaku telah berlaku adil, lebih banyak dari pihak yang menuntut keadilan itu sendiri.

Saya hanya ingin ‘menceritakan’ ke-belum mampu- an saya berlaku adil terhadap ketiga istri blog yang saya miliki yaitu blogspot, multiply dan wordpress. Ya, saya memang tidak termasuk anti poligami meskipun sejauh ini belum dan tidak ingin melakukan poligami, tapi saya telah melakukan polibloging ( paling tidak ini istilah yang saya buat sendiri ). Hanya saja, sejauh ini blog saya di multiply dan wordpress adalah fotocopy dari blogspot semata. Apa yang terposting di blogspot, saya setting agar terposting secara otomatis di multiply, begitupun secara manual bisa saya posting ulang di worpdress termasuk komentar-komentar yang masuk. Akhirnya, kemanapun anda singgah, anda akan menemukan postingan yang ‘ itu – itu ‘ saja karena blog di multiply dan wordpress adalah backup blog di blogspot, untuk antisipasi bila ada masalah di blogspot.

Tapi itu dulu!

Karena sekarang, setelah berkunjung ke blog mbak Anaz, saya terinspirasi untuk mencoba ‘berlaku adil’ terhadap ketiga blog saya. Tak adil rasanya jika multiply dan wordpress hanya dijadikan ‘bayangan’ dari blogspot, padahal keduanya bisa dijadikan blog yang berdiri sendiri. Terima kasih untuk mbak Anaz, setelah membaca postingannya beberapa waktu lalu, saya langsung berniat ‘memberikan dan memperlakukan’ blog di multiply dan wordpress sebagaimana mesti dan fungsinya. Insya Allah, niat dan keinginan ini sudah mulai saya jalankan, dengan ‘strategi’ seperti ini;

• Blog di multiply saya gunakan untuk memposting seluruh tulisan-tulisan yang selain diperisapkan untuk blog, juga coba saya publikasikan melalui eramuslim.com, kotasantri.com ataupun keduanya. Bagi sahabat yang rajin mengakses kedua situs tersebut, mungkin sesekali akan menemukan hasil belajar ( tulisan – tulisan ) saya. Tapi bagi yang tidak ‘telaten’ memilah dan memilih tulisan-tulisan yang hanya muncul sekali dalam seminggu ( sejauh ini saya mencoba membuat target minimal satu tulisan dalam seminggu ), bisa membaca secara lengkap di blog multiply. Silahkan kunjungi , dan tentunya saya berharap sedikit apapun, sekecil apapun akan ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan-tulisan yang saya buat bukan untuk maksud menggurui, menuding dan menghakimi pihak ataupun orang lain, tapi lebih untuk mengingatkan diri sendiri. Sayangnya, untuk memberikan komentar, sepertinya multiply masih mengharuskan pengunjung memiliki akun di multiply.

• Blog di wordpress saya gunakan untuk memposting tulisan bersetting obrolan Pa’e dan Bu’e yang ringan namun insya Allah tetap mengandung pesan dan hikmah yang bermanfaat. Tokoh Pa’e dan Bu’e adalah tokoh semi- fiktif, termasuk nama-nama yang saya gunakan hanyalah sekedar mempermudah penyebutan, kalaupun ada kesamaan hanyalah faktor kebetulan semata. Pokok bahasan yang diangkat adalah sesuatu yang sebagian saya dengar, lihat dan rasakan, dengan ditambah ilustrasi hasil imajinasi dengan harapan postingan menjadi lebih hidup dan enak dibaca. Bagi yang penasaran dengan sosok Pa’e dan Bu’e, apa saja yang mereka obrolkan, silahkan kunjungi blog wordpress saya. Dibanding multiply, wordpress memberikan kesempatan lebih luas untuk meninggalkan komentar tanpa harus memiliki akun di sana. Hal ini sama ‘mudahnya’ dengan komentar di blogspot.

• Blog di blogspot saya gunakan untuk memposting tulisan diluar tulisan di multiply dan wordpress. Postingan gado-gado mungkin itu istilah tepatnya. Contohnya adalah tulisan ‘tak berarti’ ini. Jika dulu saya pertama mengenal blog di multiply, maka kini saya merasa lebih akrab dan lebih leluasa ngeblog dengan blogspot. Kapanpun saya mau, saya bisa berubah penampilan, menambah dan mengurangi widget-widget yang tidak bisa saya lakukan di multiply ( entahlah, barangkali karena minimnya pengetahuan saya saja ). Sejauh ini, postingan yang semestinya masuk di multiply dan wordpress ‘terlanjur’ diposting di blogspot, saya biarkan tanpa ada niat untuk menghapusnya. Pembagian postingan adalah berlaku untuk kedepannya, yang lalu biarlah berlalu.

Pertanyaannya? Apakah setelah ini saya benar-benar bisa memperlakukan ketiga blog secara adil? Entahlah, saya tidak bisa menjaminnya, biarlah waktu yang membuktikannya. Jika adil diartikan tidak selalu sama rata, barangkali saya bisa mengatakan bahwa saya telah adil. Saya tahu, adil itu sulit tapi bukan hal yang mustahil. Artinya, sesulit apapun adil itu bisa diwujudkan dengan keyakinan dan usaha yang maksimal.

Apakah anda pelaku poligami poliblogging? Jika anda termasuk pelaku poligami poliblogging, apakah anda bisa berlaku adil? Tolong, tolong bagikan ilmu itu pada saya agar saya bisa berlaku adil.

5 Jul 2010

Kejutan Di Bulan Juni


Allah memberikan rezeki kepada siapa yang dikehendaki Nya, dari arah yang tidak disangka-sangka sebelumnya, bagitulah Al Quran menyebutkan.

Alhamdulillah sepanjang bulan Juni kemarin aku diberi kesempatan untuk merasakan bukti dari kebenaran ayat ini. Tanpa mengecilkan segala nikmat yang senantiasa Allah berikan ( sungguh, tiada mampu hamba menghitung dan mengukur kebesaran nikmatMu ya Allah, terutama nikmat iman dan Islam ini ), ada beberapa nikmat yang datang tanpa pernah aku menduga sebelumnya. Paling tidak ada empat kejutan yang sangat berkesan sepanjang bulan Juni, yaitu; 


1. Kiriman buku Huda, Bidadari Cinta Kami


Kejutan yang mengawali bulan Juni adalah datangnya kiriman buku Huda, Bidadari Cinta Kami. Awalnya aku tidak tahu siapa orang yang telah berbaik hati mengirimkan buku ini, karena dalam kemasan paket tidak dicantumkan identitas ataupun alamat sang pengirim. Seminggu kemudian baru kuketahui bahwa buku memoar yang sangat menyentuh dan inspiratif itu dikirim oleh management kickandy.com. Buku ini tidak dikuiskan, tapi dibagi begitu saja. Entahlah, atas pertimbangan apa namaku terpilih sebagai salah satu dari penerima buku bagus ini. Yang jelas ini kehendak Allah. Ini rejeki yang Allah berikan melalui kickandy dan aku sama sekali tak pernah menduganya. Subhanalalh,walhamdulillah!


2. Baju ‘koko’ dari sahabatku


Sebuah kejutan kembali menghampiriku di minggu kedua bulan Juni. Sahabatku – AT – memberikan hadiah sebuah baju koko. Subhanallah, ini benar-benar kejutan karena AT ini adalah seorang non muslim. Entahlah, untuk apa dan dalam rangka apa. Kalau dianggap sebagai hadiah ulang tahun, semestinya itu bulan lalu. Aku benar-benar tidak tahu alasan sebenarnya AT memberikan hadiah ini padaku, yang kutahu dia tulus memberikannya padaku. Alhamdulillah, Allah memberiku rejeki lewat tangannya. Terima kasih sahabatku, aku hanya bisa mendoakan semoga rejekimu lancar dan satu saat nanti kau mendapat hidayah, merasakan manisnya iman dan Islam, amin.


3. Menang Kontes dan Rencana Penerbitan Buku


Minggu ketiga, datang sebuah kabar bahagia, menambah deretan manisnya kejutan di bulan Juni. Kontes blog Berbagi Kisah Sejati yang semula ragu kuikuti ternyata membawaku pada 25 besar dari 89 perserta yang mendaftar. Meski gagal meraih juar pertama dan tentunya hadiah utama, Alhamdulillah aku termasuk di antara 9 penerima hadiah buku ( sampai saat ini buku masih dalam perjalanan, maklum saja karena panitia penyelenggara kontes ini berdomisili di negeri Jiran ).





Hadiah buku ini rupanya bukan satu-satunya hadiah yang diberikan mbak Anaz ( pengelenggara kontes ) karena mbak Anaz berniat menawarkan ke 25 tulisan tersebut ( termasuk tulisanku tentunya ) kepada sebuah penerbit. Subhanallah, mudah-mudahan Allah mengijinkan niat mulia ini. Amin.


Di hari yang sama dengan pengumuman pemenang kontes blog, sebuah pesan dari admin kotasantri.com masuk di akunku. Sebuah pemberitahuan bahwa pihak kotasantri.com berencana menerbitkan sebuah buku berisi artikel-artikel yang pernah dipublikasikan di kotasantri.com . Dari ke 33 artikel yang dipilih, 4 diantaranya adalah tuisanku. Subhanallah, wal hamdulillah! Bukan dari terpilihnya tulisanku yang membuatku terkejut sekaligus bersyukur, tapi rencana penerbitan buku seperti ini memeng sudah lama aku tunggu. Dan tentunya sangat aku dukung karena tidak semua orang bisa mengakses internet. Melalui buku inilah diharapkan semakin banyak orang yang membaca ( mengambil hikmah ) dari tulisan-tulisan yang pernah dipublikasikan melalui media internet. Ya Allah, semua ini masih rencana, segalanya tergantung atas izin Mu. Ya Allah, mudahkanlah segala perkara, lancarkanlah segala urusan agar niat ini bisa berwujud nyata. Amin.


4. Undangan Istimewa.





Tanggal 23 Juni lalu, ada dua saudariku yang berulang tahun, S dan ET atau CS. S adalah adik iparku, sedang ET atau CS adalah seorang public figure yang Alhamdulillah terbuka jalur silaturahminya lantaran ‘ beberapa tulisanku tentang beliau’ diketahuinya. Alhamdulillah, satu kali kami pernah bersilaturahmi dengan beliau dan keluarga yang menyambut kami dengan hangat dan ramah.




Pada kedua saudariku yang tengah berbahagia, kukirimkan ucapan dan doa melalui sms. Dalam sms yang kukirim pagi-pagi diantaranya kutuliskan “ ….bukan berapa sisa umur yang dipikirkan, tapi untuk apa dan bagamana sisa umur akan digunakan. Semoga berapapun umur yang tersisa dapat digunakan untuk LEBIH mendekatkan diri kepada Allah…….”


Satu sms balasan datang dari S, adik iparku. Terima kasih Kak, amin. Sangat singkat, kutahu dia berusaha keras untuk menulisnya di sela-sela kesibukannya sebagai buruh pabrik konveksi. Yang membuatku terkejut adalah balasan sms dari ET. Balasan berupa ucapan terima kasih beliau kirimkan ke nomor GSM dan CDMA ku. Istimewanya, beliau juga memberitahu bahwa beliau dan keluarga akan mengadakan syukuran keesokan malamnya bada’ Isya, dan aku diminta datang lebih awal. Subhanallah, Alhamdulillah. Berkali-kali kubaca sms beliau, takut aku salah baca atau salah mengertikan. Kenyataannya, ET memang benar-benar menginginkan kehadiranku dalam ungkapan rasa syukurnya.


Datangkah aku ke acara syukuran yang diadakan ET? Jawabannya adalah tidak! Sebuah sms kukirimkan, “ Assalamu’alaikum. Mohon maaf sedalam-dalamnya, kami tidak bisa hadir di acara nanti malam. Insya Allah kami turut mendoakan dari rumah, semoga tidak mengurangi rasa syukur dan kebahagiaan ini. Mohon dimaklumi jika kami belum siap bergabung dengan tamu-tamu lainnya. Sungguh, kami sangat berterima kasih atas penghormatan ini, insya Allah lain kesempatan saja. Wassalam.”


Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas seluruh nikmat dan karunia Mu,- termasuk kejutan indah dari Mu-  semoga tidak membuatku menjadi takabur, tapi membuatku semakin bersyukur. Kejutan apalagi yang akan datang di bulan Juli? Aku berharap, tak kalah indah dari kejutan di bulan Juni. Semoga.


gambar dipinjam dari : 1. sana   2.sini  3. situ

27 May 2010

Pengirim Buku Misterius

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah! Terima kasih ya Allah, terima kasih saudaraku, ‘siapapun’ yang mengirimkan buku ini padaku. Ya, siapapun, karena tak ada identitas apapun yang menunjukan siapa pengirim buku yang baru kuterima siang ini.

Aku merasa heran ketika salah seorang rekan kerjaku memberitahukan bahwa ada telepon untukku, bukan di pesawat yang ada di dekat mejaku, tapi di meja manager factoryku. Kulihat nomor yang muncul di pesawat telepon bukan telepon dari luar, tapi dari pos satpam. Ada kepentingan apa tak biasanya pak satpam menghubungiku ?. Kebingunganku terjawab ketika pak satpam memberitahukan bahwa ada kiriman untukku, sepertinya berisi buku.

1 Oct 2009

Deritamu Adalah Dukaku


Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun……….

Belum sirna rasa duka akibat gempa yang menimpa saudara-saudara kita di Tasikmalaya dan wilayah Jawa Barat lainnya yang terjadi hari Rabu, 2 September 2009 sekitar pukul 14.55 WIB lalu, dengan kekuatan gempa mencapai 7.3 skala richter, tiba-tiba duka kembali menyapa. Kali ini saudara-saudara kita yang berada di wilayah Padang Pariaman, Sumatra Barat dan wilayah di sekitarnya ditimpa bencana serupa pada hari Rabu, 30 September 2009, sekitar pukul 17.00 WIB kemarin dengan kekuatan gempa mencapai 7.6 skala richter. Dan, belum kering air mata, belum reda cemas dan jantung berguncang, berita duka kembali datang dari saudara-saudara kita di Jambi-Bengkulu. Hari ini, Kamis 1 Oktober 2009, ketika duka masih begitu melekat, air mata masih mengalir, degup jantung masih tak menentu, gempa bumi kembali terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dengan kekuatan yang tak kalah besar, 6.8 skala richter. Astaghfirulloh………….

Duka dan keprihatinan yang mendalam turut kita rasakan. Bagaimanapun mereka adalah saudara kita, saudara sebangsa dan senegara bahkan banyak diantaranya saudara seagama dengan kita. Mari, kita bantu ringankan beban, duka dan derita mereka dengan semampu kita. Dengan harta kita, dengan tenaga kita, atau paling tidak dengan doa kita.

Semoga saudara-saudara kita yang meninggal akibat gempa ini, kembali kepada Sang Maha Pencipta dalam keadaan khusnul khotimah. Bagi saudara-saudara kita yang menderita luka-luka, semoga lekas sembuh dan pulih seperti sedia kala. Bagi saudara-saudara kita yang kehilangan harta benda, semoga Allah SWT menggantinya dengan yang lebih baik dan lebih barokah. Amin Ya Allah Ya Robbal Alamin.

Dan bagi saudara-saudara kita yang selamat dalam musibah ini, tetaplah bersabar, sadar dan senantiasa bersyukur. Bagaiamanpun bencana ini ( juga bencana-bencana lainnya ) belumlah tentu hukuman dari Allah, bisa saja ini sebuah teguran atapun ujian. Maka, tak ada hal lain yang harus kita lakukan, kecuali bersih dan ikhlaskan hati, benahi dan pasrahkan diri. Sudah waktunya kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa, Maha Segalanya.

Saudaraku, tabah, tegar, sabar dan sadarlah selalu, karena deritamu adalah dukaku, duka kita semua………….

Sumber berita : detiknews.com

31 Jul 2009

Aku ( Makin ) Sayang Padamu



Istriku….
Sudah seharusnya kita senantiasa bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita, terlebih hari ini.
Kamu pasti tahu kenapa?
Ya, karena hari ini, genap sepuluh tahun kita bersatu dalam sebuah ikatan suci yang begitu indah dan menyejukkan hati.

Sayang….
Sepuluh tahun bukanlah sebuah rentang waktu yang pendek untuk kita menanam cinta, memupuk kasih hingga bunga-bunga sayangnya dapat kita lihat indah menghias rumah tangga kita.
Bagaimanapun kita pernah menempuh jalan berliku untuk bisa bersatu.
Bagaimanapun kita kerap kali tertatih menjaga cinta ini agar tetap utuh.
Dan bagaimanapun kita pernah jatuh bangun, menjalani kerasnya hidup ini berdua hanya berbekal saling percaya.
Namun sepuluh tahun rasanya begitu singkat, aku menikmati kesungguhanmu mendampingiku, ketulusanmu mencintaiku dan keikhlasanmu menerimaku.

Kasih…
Aku harap, engkaulah yang akan tetap ada disisiku dalam suka ataupun duka.
Engkaulah yang akan tetap menyertaiku dalam tangis maupun tawa.
Dan engkaulah yang akan tetap bersamaku merasakan manis dan getirnya kehidupan.
Ku harap engkaulah yang akan mengingatkanku disaat kumulai terlena fananya dunia.
Ku harap engkaulah yang akan menegurku dikala langkahku mulai menyimpang.
Ku harap engkaulah yang akan melarangku, disaat aku membahayakan tulusnya cinta kita.

Cintaku….
Maafkan aku, jika dalam sepuluh tahun ini tak banyak yang dapat kuberikan padamu.
Maafkan jika terlalu banyak yang kuminta dan kutuntut darimu.
Maafkan aku jika marahku lebih banyak kau dapati daripada senyumku.
Maafkan aku, jika terkadang kecewamu tak terlihat mata juga hatiku.
Maafkan aku dengan ketulusanmu, karena aku memohonnya dengan penuh harap padamu.
Dan, cukuplah ketulusanmu mendampingiku, kesetiaanmu menjaga cintaku, dan keikhalasanmu menerima kekuranganku sebagai penebus apabila ada kekurangn pada dirimu.

Sayang….mantap aku katakan, aku cinta kamu, sayang kamu dari lahir dan juga batinku

Ya Allah, atas kehendak-Mu kami bertemu, atas izin-Mu kami menyatu, maka berilah kami ridho-Mu agar kami mampu menjaga keutuhan, ketulusan, keindahan cinta kasih ini hingga ke jannah-Mu. Amin, amin ya Allah ya robbal alamin…..

Featured post

Sebab Cinta Tak Harus Menangis

“ Aku bangga pada kalian. Kesabaran, ketegaran dan juga ketabahan kalian. Pertahankan, karena hidup harus tetap berjalan! “ sebuah sms mas...

 
© Copyright 2035 Ruang Belajar Abi
Theme by Yusuf Fikri