11 Apr 2014

Penipu Yang Tertipu

Pemilu telah berlalu, namun beberapa tetanggaku masih saja demen membicarakannya, khususnya soal ‘tipuan’ mereka yang justru berakhir dengan ‘penipuan’ pula.

Semua berawal ketika tim sukses dari salah seorang caleg, mendatangi warga beberapa hari sebelum pemilu kemarin. Tim sukses dari caleg tersebut menjanjikan akan memberikan pulsa gratis kepada warga yang bersedia memberi dukungan ( mencoblos ) sang caleg. Untuk itu warga diminta untuk mendaftarkan nomor hp masing-masing. Nantinya pulsa tersebut akan ditransfer paling lambat pada hari H sebelum jam pencontrengan dimulai.


Singkat kata, banyak warga yang mendaftarkan nomor hp nya kepada tim sukses caleg tersebut.


Lumayan, dapet pulsa gratis, soal milih mah gimana nanti, toh sang caleg atau tim suksesnya ga bakal tahu” begitu yang ada dalam benak warga.

Dan mungkin dalam pikiran caleg juga tim suksesnya, dengan cara ini diharapkan bisa menarik simpati warga sekaligus bisa menghindar dari panwaslu jika hal ini dikaitkan dengan politik uang, toh bukti nyatanya bisa mereka sembunyikan. Dan soal jadi nggaknya transfer, gimana nanti! Mereka tentunya juga sudah menyiapkan banyak alasan seandainya warga menanyakan kembali perihal pulsa gratis tersebut.

Hari pencoblosan telah berlalu, tapi pulsa gratis yang ditunggu-tunggu tak jua masuk. Hal ini sebenernya sudah diprediksi oleh warga, bahwa janji transfer pulsa hanyalah dusta belaka. Warga pun sudah mengantisipasi hal ini dengan tidak mencoblos nama sang caleg. Aneh tapi nyata, lucu tapi fakta, bahwa meski sudah tahu akal-akalan sang caleg dan tim suksesnya, masih saja beberapa warga berharap pulsa gratisan itu akan ditransfer. Sementara, nun jauh disana, sang caleg dan tim suksesnya, tidak mau begitu saja di ‘tipu’ oleh warga. Sebenernya merekapun tahu bahwa tidak semua warga akan mencoblos namanya, meski pulsa tersebut benar-benar di transfer. Mereka hanya berharap bahwa ‘tipuan’ mereka tak dibalas warga dengan tipuan pula.

Oalah….wong niatnya nipu, malah tertipu. Yo wis lah, impas. Sama-sama penipu tapi sama-sama tertipu.

“ Belum apa-apa sudah mau mbohongin warga, gimana nanti kalau sudah jadi pejabat? Untung kemarin aku nda milih dia. Biarin dah, ga dapet pulsa juga ga apa-apa, ga rugi!”. 

Begitu kurang lebih ekpresi warga, dengan raut muka yang kesel tapi bibir tersenyum puas. Mereka merasa bisa menipu sang penipu, meskipun sebenarnya merakapun telah tertipu. Aneh!

Featured post

Sebab Cinta Tak Harus Menangis

“ Aku bangga pada kalian. Kesabaran, ketegaran dan juga ketabahan kalian. Pertahankan, karena hidup harus tetap berjalan! “ sebuah sms mas...

 
© Copyright 2035 Ruang Belajar Abi
Theme by Yusuf Fikri