Hanya saja, sekedar mengingatkan bahwa kalau alasan Anda tidak ikut berpartisipasi dalam pemilu ( yang konon disebut-sebut sebagai pesta demokrasinya rakyat itu ), lantaran tidak adanya para caleg atau partai yang ‘sreg’, perlu diingat bahwa tak ada makhluk yang sempurna, begitupun caleg ataupun partai. Juga kalau sekedar ‘sreg’ dan nggaknya, semua menjadi subjektif, dan mereka ( para caleg/partai ) memang bukan hanya untuk Anda sendiri, jadi rasanya jika tidak bisa memenuhi semua ‘angan-angan’ Anda adalah hal yang mungkin, bahkan pasti!.
Jika keputusan Anda untuk golput benar-benar sudah harga bandrol alias tak bisa ditawar-tawar lagi, maka siapkan hati anda jika akhirnya nanti mereka yang terpilih justru mereka yang sama sekali nda memiliki kategori di hati anda. Bukan salah mereka, itu semua karena para caleg/partai yang ‘agak sreg’ tak juga mendapat dukungan suara dari anda. Dan kalau sudah menjadi keputusan, bahwa mereka ‘yang tak anda harapkan’ kemudian benar-benar menjadi wakil / pemimpin negeri ini, maka yang bisa Anda lakukan tinggalan menerimanya. Kemungkinan yang terjadi berikutnya adalah sebuah penyesalan, dan satu lagi tambahan bahwa anda sudah tak bisa protes. Lah, suruh siapa waktu disuruh milih, malah milih diem, sekarang giliran udah ada yang terpilih otomatis mau nda mau yang kudu nrimo. Maka dari itu, mari saudaraku kita gunakan hak kita dengan bijak.