31 Dec 2011

Dua Diary

11 Tahun Bersamamu. Judul giveaway ini mengingatku pada satu kebersamaan yang memberiku banyak kenangan, pengalaman sekaligus pembelajaran. Angka yang sama, bedanya kebersamaan kami terhenti di angka ini, sedangkan Mbak Tarry memiliki kesempatan yang luas untuk terus menjaga kebersamaan ini sebagai anugerah sekaligus amanah. Insya Allah

Sesuai aturan main dari giveaway ini, harus menceritakan barang kenangan yang paling berkesan, maka yang kumaksudkan adalah dua buku diary, satu milikku dan satu lagi milik almarhumah istriku. 



Berbeda dengan buku diary pada umumnya, buku diary – kalau memang bisa disebut demikian - milik ku hanyalah sebuah buku biasa, tapi aku tulis dengan cara tidak biasa. Semua isi buku diary ini aku tulis dengan huruf steno Ide ini muncul beberapa hari setelah perpisahan sekolah, lima belas tahun yang lalu. 


Sengaja aku menggunakan huruf steno, pertama adalah untuk menjaga ilmu yang sudah aku dapatkan di sekolah ( aku sekolah di SMEA, program studi Ketatausahaan ) dan yang kedua tentu saja aku tak ingin buku diaryku dibaca orang lain yang tidak semestinya mengetahui isinya. Berbeda dengan tulisan Arab, menurut Bu Siti Kopsah yang mengajar waktu itu, kebanyakan orang bisa membaca tulisan Arab tapi kesulitan dalam menuliskannya, maka tulisan steno kebalikannya, mudah menulisnya tapi sulit membacanya kembali karena berbeda panjang pendek, tegak miringnya maka berbeda pula huruf-hurufnya. 

Membaca kembali buku diary yang sayangnya hanya rajin kutulis beberapa bulan ini, aku bisa mengenang kembali saat-saat perpisahan sekolah yang begitu mengharukan, kehadiran pertamaku di Jakarta dalam rangka mencari pekerjaan yang malangnya harus kehilangan satu-satunya tas yang aku bawa di stasiun Senen, perjuanganku mencari pekerjaan, termasuk gaji pertama yang kudapat dan kugunakan untuk apa, semua ada di sana. Juga jika aku lupa dengan nama-nama teman sekelasku, aku bisa membacanya di sana, urut berdasarkan nomor absennya. 


Buku diary ini adalah milik almarhumah istriku. Kuberikan saat ulang tahunnya yang ke 18 ( saat itu kami baru kelas tiga ). Belum berani menyatakan cinta, aku mencoba mengungkapkannya melalui diary ini. Sayang, aku terlahir bukan sebagai pria romantis sebab dua puisi yang kutuliskan di sana, enam tahun kemudian ( setelah kami menikah ) akhirnya terungkap fakta bahwa puisi itu ku copy paste dari lagu-lagu milik penyanyi yang mahir menciptakan lagu-lagu romantis. :) 

Alhamdulillah, meski tahu puisi yang konon sempat membuatnya terbang walau tanpa sayap bukanlah hasil karyaku, almarhumah tidaklah kecewa karena ia menyadari bahwa romantisme ku bukan pada kata-kata tapi pada tindakan nyata. :) Dan lebih bahagia lagi karena alhamdulillah tahun 2009 lalu aku berkesempatan mengajak almarhumah bersilaturahmi dengan penyanyi yang syair lagunya ‘kupinjam’ ini. 


Sejak kuberikan aku tak pernah tahu isi dari buku diary ini, hingga beberapa minggu setelah ‘kejadian itu’ saat merapihkan lemari pakaian, aku menemukan buku diary ini terselip diantara baju-baju almarhumah. Subhanallah, bergetar aku membaca beberapa tulisan di sana. Tertulis dengan rapi mengapa almarhumah langsung berkata ‘ya!’ saat ku minta ia jadi pendamping hidupku, menikah di usia yang relatif masih muda ( 21 tahun ) tanpa persiapan materi yang bagi sebagian orang menjadi kendala untuk segera membangun mahligai rumah tangga. 

Membaca lembar demi lembar, selalu mengantarku pada satu kesimpulan, hatiku ridho padanya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. 

Dua buku diary ini kini tersimpan rapi di lemari bersama foto album, dokumen-dokumen penting lainnya, termasuk dokumen almarhumah seperti ijazah dan satu map arsip medis lengkap yang secara tak sengaja terbawa pulang saat almarhumah kritis, dua minggu sebelum ‘kejaidian itu’. 



Artikel ini diikutsertakan dalam acara GIVEAWAY “11 Tahun Bersamamu” oleh Tarry KittyHolic.

Featured post

Sebab Cinta Tak Harus Menangis

“ Aku bangga pada kalian. Kesabaran, ketegaran dan juga ketabahan kalian. Pertahankan, karena hidup harus tetap berjalan! “ sebuah sms mas...

 
© Copyright 2035 Ruang Belajar Abi
Theme by Yusuf Fikri