Alhamdulillah, wasyukurillah. Tak ada kata yang pantas kuucapkan selain itu, atas nikmat dan anugerah yang Allah berikan, khususnya di minggu terakhir bulan Juli ini. Seminggu menjelang Ramadhan, empat kiriman datang dari sahabat di tiga daerah berbeda.

Yang kedua, sebuah buku berjudul Ayahku ( Bukan ) Pembohong karya Tere Liye ( belakangan nama Tere Liye menjadi salah satu penulis favoritku ). Buku ini dikirimkan oleh Hardi Vizon, seorang blogger asal Padang yang kini menetap di Jogjakarta, sebagai hadiah atas terpilihnya aku sebagai salah satu dari sebelas top komentator di blog Surau Inyiak. Entahlah, kriteria apa yang beliau tetapkan sehingga komentar-komentar yang aku tinggalkan di beberapa postingan, beliau anggap layak untuk mendapatkan hadiah ini. Terima kasih, Uda Vizon. Sukses untuk Baralek Gadang nya. Mari terus saling mengingatkan, menguatkan dan juga mendoakan melalui tulisan. Insya Allah.
Di hari yang sama, sebuah buku berjudul Semiliar Cinta Untuk Ayah, dikirimkan oleh Pak Dhe Cholik sebagai hadiah atas postingan berjudul Kado Pernikahan yang kuikut sertakan dalam kontes Aduk Edisi Khusus pertengahan Juli lalu. Terima kasih, Pak Dhe. Seperti yang Pak Dhe katakan, " sungguh bersahabat dengan anda menjadikan hidup saya semakin berwarna-war ni. " maka sayapun merasakan hidup ini menjadi seindah pelangi.

Terima kasih Mbak Anaz, Uda Vizon dan Pak Dhe Cholik. Semoga keberkahan senantiasa melingkupi kalian semua. Amin.