Selamat tinggal tahun 2010, tahun penuh kejutan dan juga ujian. Selamat datang tahun 2011, tahun penuh pengharapan. Begitu yang kuucapkan di penghujung tahun 2010 lalu. Sebaris doa kupanjatkan, berharap tahun ini dan juga tahun-tahun selanjutnya, semuanya menjadi lebih baik lagi. Ibadahku dan juga kegiatan duniawiku, aku berharap dan berusaha untuk lebih baik dibanding tahun-tahun yang lalu. Amin.
Dan, tahun 2011 yang penuh dengan harapan, sepertinya mulai menunjukan titik terang. Alhamdulillah. Salah satunya adalah hari ini, aku sedang berbahagia dengan datangnya tali asih dari Pak Dhe Abdul Cholik.
Sebuah buku karya Amang Syafrudin berjudul Muslim Visioner, Hidup dengan Al-Fatihah dan sebuah flash disk 2 G diberikan sebagai tali asih atas sebuah tulisan yang kuikutkan dalam kontes K.U.M.A.T akhir tahun lalu. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, terima kasih Pak Dhe dan juga terima kasih saya haturkan kepada Bang Iwan selaku juri.
Buku yang kuterima siang ini, adalah buku kelima sebagai tali asih dari lima kali mengikuti kontes menulis yang diadakan beberapa narablog, dan merupakan tali asih kedua yang aku terima dari BlogCamp. Jika ada pertama, kemudian diikuti kedua, maka tidak berlebihan rasanya bila aku berharap besar akan ada yang ketiga, keempat, kelima dan seterusnya. Apalagi, sekarang ini Pak Dhe sedang kembali mengadakan sebuah kontes menulis, Kontes Unggulan Cermin Berhikmah. Amin, insya Allah.
Tali asih, apapun bentuknya sesungguhnya memiliki arti dan nilai tersendiri dibanding benda serupa yang kita beli sendiri. Tali asih adalah sebuah bentuk penghargaan yang diberikan atas usaha yang telah dilakukan. Ketika memutuskan untuk mengikuti sebuah kontes menulis, tidak dapat dipungkiri bahwa tali asih yang disediakan menjadi salah satu pemicu keinginan untuk ikut. Tapi sebenarnya itu bukanlah segalanya. Sebelum tali asih di dapatkan, aku merasa sudah mendapat beberapa keuntungan. Kesempatan belajar menulis sekaligus sarana untuk menambah sahabat serta menemukan kerabat. Juga memperkenalkan diri dan blog kita pada narablog lainnya, yang tentu saja sebuah awal untuk menambah wawasan, ilmu pengetahuan, informasi dan bukan tidak mungkin juga rejeki.
Sekali lagi saya haturkan terima kasih kepada Pak Dhe selaku shohibul kontes, juga kepada Bang Iwan selaku juri tunggal serta kepada semua pihak yang ikut mensponsori kontes ini.
Mari terus belajar, belajar apa saja asalkan baik dan membawa kebaikan, termasuk menulis. Jangan ragu untuk menulis, karena bukan tidak mungkin tulisan yang kita anggap sederhana akan membawa manfaat besar bagi diri kita, juga orang lain.