Pa’e baru pulang dari sholat Ashar di mushola dan belum sempat mengucapkan salam ketika sekonyong-konyong Bu’e sudah berdiri di depan pintu dengan senyum ‘Monalisa’ nya.
“ Assalamu’alaikum “ ucap Pa’e agak gugup. Pa’e tak menyangka kalau Bu’e akan muncul secepat itu, padahal Pa’e belum membaca mantranya. Hihihi…
“ Waalaikum salam “ jawab Bu’e masih dengan senyum yang konon telah sukses membuat Pa’e muda tak enak makan dan tak nyenyak tidur hingga berhari-hari lamanya. “ Tadi waktu Pa’e masih di mushola, ada yang nelpon. Namanya Zacky, dia nyariin Pa’e “ Bu’e melanjutkan. Rupanya kemunculan Bu’e di depan pintu adalah untuk menyampaikan kabar penting ini sebelum Bu’e lupa, seperti kemarin Bu’e lupa memasukkan gula ke dalam kolak pisangnya.Hehehe
“ Zacky….?” Pa’e terlihat asing dengan nama yang disebut Bu’e.
“ Teman SMP “ Bu’e memberikan klue untuk membantu ingatan Pa’e. Bu’e tak tega membiarkan Pa’e kerepotan mengurutkan nama teman-temannya dari abjad A sampai Z. Bisa-bisa pas Adzan Maghrib berkumandang, Pa’e belum menemukan siapa sosok yang bernama Zacky yang mengaku teman SMP nya.
“ Teman SMP…?” Pa’e terlihat serius mencari-cari nama Zacky dalam daftar memorinya.
Dengan sabar Bu’e memberi kesempatan kepada Pa’e untuk melacak nama Zacky apakah benar nama itu pernah tercatat sebagai teman SMP nya. Sesaat kemudian wajah Pa’e berubah menjadi cerah dan bergairah. “ Alhamdulillah, akhirnya Pa’e inget juga “ Bu’e membatin.
“ Mau ngajak buka puasa bersama ya ?!” tuduh Pa’e tanpa malu dan ragu.
“ Musyawarah acara reuni SMP. Katanya lebaran nanti teman-teman SMP Pa’e mau mengadakan reuni !” jawab Bu’e rada-rada mangkel. Apa yang ada dalam benak Bu’e ternyata tak sama dengan apa yang diucapkan Pa’e.
“ Tapi sambil buka puasa bersama juga kan ?” Pa’e ngotot dengan tebakannya.
“ Iya juga sih !” akhirnya Bu’e pasrah. Sejak puasa naluri Pa’e memang lebih tajam, hampir semua tebakannya selalu tepat, khususnya yang berkaitan dengan undangan buka puasa bersama. Hihihi….
“ Kapan Bu’e ?” tanya Pa’e bersemangat.
“ Besok !” jawab Bu’e ikut-ikutan semangat. Pasti Bu’e mulai berhayal bahwa dia juga akan diajak Pa’e ikut buka puasa bersama.
“ Jam berapa ?” Pa’e semakin bersemangat.
Bu’e tak langsung menjawab. Agak bingung juga Bu’e menjawab pertanyaan Pa’e. Setahu Bu’e namanya buka puasa bersama ya pasti maghrib. Iya tho?!
“ Jam berapa Bu’e?” Pa’e pura-pura tak sabar. Padahal Pa’e sedang ingin mengajak Bu’e bercanda.
“ Ya Maghrib lah Pa’e ! “ jawab Bu’e mencoba sabar, barangkali Pa’e ini jelmaan malaikat yang datang untuk menguji kesabaran Bu’e. Hehehehe
Berbeda dengan semenit sebelumnya, semangat Pa’e terlihat menurun.
“ Ya, kok maghrib sih? Apa nda bisa dimajuin jam empat atau jam empat lewat dua menit gitu! “ Pa’e bicara layaknya orang linglung bahkan orang linglung juga ga gitu-gitu amat kali! Hihii Sst…! Jangan bilang ke Bu’e kalau ini hanya akal-akalan Pa’e untuk meledek Bu’e. Sejak awal Pa’e merasa gemes karena Bu’e tahu-tahu nongol sebelum dibacakan mantra. Hihihi
Bu’e merasa bahwa Pa’e yang baru pulang dari mushola ini di’susupi’ malaikat yang sengaja datang untuk menguji seberapa besar kesabaran Bu’e.
“ Memangnya besok Pa’e ada undangan di tempat lain? Kalau ada dan berbarengan waktunya mendingan Pa’e telpon Zacky sekarang, minta acara buka puasa di rumahnya di majuin saja wakatunya. Jadi nanti Pa’e eh kita maksudnya masih bisa ikut acara buka puasa di tempat lain “ kali ini Bu’e yang bicara kayak orang bingung. Hihihi….
Pa’e agak terkejut juga dengan saran Bu’e. Dia nda nyangka kalau jurus becandanya sudah ditebak Bu’e bahkan Bu’e mengeluarkan jurus maboknya pula.
Merasa jebakannya diketahui lawan, akhirnya Pa’e kembali ke pribadi aslinya yang wibawa dan romantis.
“ Insya Allah, besok kita berangkat. Kebetulan aku sudah lama nda ngumpul dengan teman-teman SMP ku. Kamu harus ikut ya Bu’e “ Pa’e bicara dengan nada yang berbeda, jauh dengan skrip sebelumnya.
“ Insya Allah Pa’e “ jawab Bu’e menahan rasa bahagianya. Sebenarnya Bu’e menganggap kata harus yang diucapkan Pa’e adalah sebuah pemborosan, kesannya kayak Bu’e nda mau gitu loh, pake di harus-harusin segala. Padahal nda diajakpun Bu’e dah menyiapkan proposal tak tertulis biar diajak Pa’e. Ingin selalu berdua di manapun, kapanpun, bagaimanapun, baik suka maupun duka, begitu alasan Bu’e agar Pa’e mau mengajak Bu’e terutama untuk acara yang ada embel-embel gratisnya. Hihihi…nda ding! Fitness itu!
“ Besok kita berangkat bada’ Ashar. Kita mampir ke pasar dulu, kita beli kurma sama sirup atau buah “ ujar Pa’e saat mereka sudah masuk ke dalam ruang serba guna mereka. ( Masih inget dengan ruang serba guna Pa’e dan Bu’e? Baca postingan berlabel Pa’e dan Bu’e edisi berikutnya. Agak sedikit maksa dot com )
“ Loh, kan mereka yang ngundang kita. Apa perlu kita membawa makanan dan minuman sendiri. Bukannya kita tinggal terima beres saja. SMP, sudah makan pulang “ sisi hitam Bu’e mulai mempengaruhi omongan Bu’e.
“ Bu’e, memang benar kita yang diundang di acara buka puasa besok. Logikanya, mereka pasti sudah siap dengan segala hidangan buka puasanya. Tapi kan besok ada acara musyawarah reuni SMP juga, mestinya temen-temen SMP yang diundang juga banyak. Kasihan kan kalau semua hidangan ditanggung tuan rumah sendiri. Lagian memberi makan orang yang berpuasa itu kan pahalanya besar, selain pahala puasa kita sendiri, kita juga bisa mendapatkan tambahan pahala sebesar pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut” ujar Pa'e bijak
“ Iyo Pa’e, wong aku cuma becanda kok! Tapi ngomong-ngomong uang belanjaku tinggal sedikit je, Pa’e yang mbayarin kurma, sirup sama buahnya kan?” tuduh Bu’e tanpa memberi kesempatan pada Pa’e untuk berpikir apalagi bilang tidak. Hehehe…
“ Wis, tenang wae, aku sing nanggung!” jawab Pa’e meyakinkan. Dan Bu’e pun tersenyum sumringah. Siapa tahu nanti ada lebihan, bisa buat nambah-nambah uang belanja, Bu’e membatin.
“ Satu lagi Pa’e” Bu’e hampir lupa bahwa sejak tadi Bu’e penasaran dengan orang yang mengaku bernama Zacky. Apa iya ada orang seangkatan Pa’e yang namanya sekeren itu.
“ Opo meneh ?” tanya Pa’e was-was.Pa’e khawatir Bu’e minta dibeliin baju dan sandal baru, padahal acaranya hanya sekedar buka puasa bersama. Tapi Pa’e tahu persis karakter Bu’e, tak mungkin dia meminta itu. Bu’e adalah wanita yang sederhana dan tahu diri. Pa’e beristighfar dalam hati karena sempat berfikir jahat tentang Bu’e.
“ Aku penasaran, kayaknya aku baru denger temen SMP Pa’e yang bernama Zacky. Zacky siapa tho?” tanya Bu’e penasaran. Bu’e berharap teman SMP Pa’e adalah si Teuku Zacky. Hihihi…dari mana ketemunya ya?
“ Zackimin !” jawab Pa’e singkat, seperti menahan sesuatu.
****
Tulisan ini sengaja diposting dalam rangka ambil bagian dalam sertakan Gerakan SEO positif SMP dan Anak SMA dari bang Atta dan juga atas tag dari mbak Nyun-nyuN. Semoga niat baik ini membuahkan hasil yang nyata. Amin.
Mari, kepada semua nara blog yang peduli dengan moral anak bangsa untuk mendukung gerakan ini dengan cara membuat postingan menggunakan keyword SMP sebanyak-banyaknya. Selamat bergabung!