7 Jan 2013

Kejora Di Atas Menara




Subhanallah, walhamdulillah! Dua kata inilah yang mendominasi gerak bibir dan getar hati, terutama dalam kurun waktu dua minggu terakhir ini. Betapa tidak, dua kejora bersinar terang di atas menara yang tinggi menjulang.


Kejora pertama kutemukan pada seorang wanita akhir jaman berhati mulia, yang menerimaku apa adanya, bukan ada apanya, karena jika dibandingkan dengan yang lain, aku bukanlah siapa-siapa, tak ada apa-apanya. Dia memang tak semulia Khadijah, tak setaqwa Aisyah, pun tak setabah Fatimah, tapi dia mempunyai cita-cita - dan aku bercaya dia bisa - menjadi istri yang sholehah. Subhanallah, walhamdulillah!

Dan kejora kedua kutemukan pada seseorang  yang memberiku banyak pembelajaran bagaimana berdamai dengan kenyataan dan juga keadaan. Sebuah kebahagiaan sekaligus kebanggaan, kembali dia persembahkan. Meski hanya menempati peringkat kelima dari seluruh santri kelas satu pondok pesantren Daar El Qolam 3 ( 145 santri/wati ), namun prestasi Sabila di semester kemarin adalah yang terbaik di kelasnya. Sebuah pencapaian yang sangat kami syukuri mengingat latar belakang Sabila hanyalah dari  SD umum, bukan MI ataupun SDIT seperti teman-temannya yang masuk sepuluh besar. Subhanallah walhamdulillah! 

Terima kasih ya Allah, atas segala nikmat dan karunia yang Engkau anugerahkan kepada kami. Terima kasih pula telah Engkau kabulkan apa yang kami rencanakan, ikhtiarkan, dan yang kami harapkan. Semoga ini tiada menjadikan kami kecuali semakin mendekat kepada Mu, mensyukuri setiap nikmat Mu, dengan kesabaran dan juga keihlasan. Aamiin..

Featured post

Sebab Cinta Tak Harus Menangis

“ Aku bangga pada kalian. Kesabaran, ketegaran dan juga ketabahan kalian. Pertahankan, karena hidup harus tetap berjalan! “ sebuah sms mas...

 
© Copyright 2035 Ruang Belajar Abi
Theme by Yusuf Fikri