
Paragraf di atas bukanlah lahir dari pemikiranku. Aku menemukannya dalam sebuah buku, dan menuliskannya kembali di sini karena yang aku baca tak jauh berbeda dengan yang aku rasa. Tersentuh aku membaca tulisan ini, juga dua puluh sembilan tulisan lainnya yang terangkum dalam buku Ibuku adalah …Segalanya Bagiku.
Ananda Mutiara, seorang blogger asal Surabaya yang sebenarnya mencurahkan kata-kata indah nan menyentuh itu. Meski termasuk blogger pemula, munculnya tulisan berjudul Ibuku Adalah…Dia Yang Selalu Mengajariku dalam buku Ibuku Adalah 2 ... Segalanya Bagiku menjadi bukti kuatnya bakat menulis yang ia miliki.
Alhamdulillah, dengan izin Allah, aku mengenal beliau jauh sebelum buku ini diterbitkan. Bahkan, sebelum beliau merasa cukup percaya diri untuk membuat sebuah blog. Mengikuti jejak sang Kakak, Bahtiar Hs, yang telah lebih dulu menulis dua buah buku, Ananda Mutiara telah mematahkan keraguannya, mendobrak pintu gerbang menuju mimpi-mimpinya. Buku ini adalah jawaban sekaligus buktinya.
Banyak pelajaran yang aku dapatkan dari buku yang berisi 30 Kisah Kasih Ibu ini. Gaya menulis yang berbeda memberiku pelajaran berharga tentang bagaimana menulis yang bukan saja enak dibaca tapi juga sarat makna. Kisah-kisah yang menggugah, secara alami menyentuh kalbu, membangkitan rasa rindu sekaligus bangga pada sosok berhati mulia, ibu.
Tak berlebihan rasanya bila aku menyarankan sahabat untuk segera memiliki buku ini. Sahabat berminat? Segera hubungi Leutikaprio atau langsung silaturahim dengan salah satu penulisnya, Ananda Mutiara.
A tribute to my sister.
Sebuah buku adalah salah satu bukti bahwa Allah telah mengabulkan doa-doamu. Apa lagi yang kau tunggu? Gerbang telah terbuka, kejar mimpimu, gerakan jemarimu, tuliskan kata hatimu! Tuliskan sepuluh, seratus, seribu buku, bahkan lebih dari itu!
gambar dipinjam dari leutikaprio.com