14 Sep 2011

Dari Rumah Ke Rumah

Seorang anak bertanya pada ayahnya, untuk apa repot-repot keliling kampung, mendatangi satu rumah ke rumah lainnya untuk saling bermaaf-maafan. "Bukankah setahun ini kita tidak pernah bertemu, otomatis kita tidak punya salah dengan mereka!" tambahnya.

Sang ayah tersenyum, maklum. Sulungnya memang kritis. Ini hanyalah awal dari rangkaian pertanyaan yang akan ia ajukan sepanjang hari ini.

"Kamu betul, anakku. Hampir setahun kita tidak bertemu dengan sanak saudara, juga tetangga. Kita mudik hanya setahun sekali, saat Idul Fitri. Tapi kamu salah jika beranggapan tidak bertemunya kita dengan mereka, berarti kita sama sekali tak mempunyai salah kepada mereka. Tidak bertemu bukan jaminan bersih dari kesalahan. Bisa saja, tanpa disadari kita pernah berburuk sangka, salah menduga, menyebut nama mereka dalam obrolan harian yang terkadang mengarah pada pergunjingan. Karena itu, ayah mengajak kamu mendatangi rumah mereka. Sebenarnya kita berkeliling dari rumah ke rumah bukan hanya untuk meminta maaf, tapi untuk silaturrahim sambil mengucapkan selamat Idul Fitri kepada mereka."



"Kenapa tidak mengucapkan selamat Idul Fitri melalui SMS atau telpon saja. Dari pagi handphone Ayah hampir tak pernah berhenti berdering. Ayah berkirim SMS juga kan?"

Entah siapa yang meniru, siapa yang ditiru. Tapi apa yang diucapkan sang anak adalah juga anggapan sebagian umat di jaman sekarang. Kemajuan teknologi membuat silaturrahim secara langsung seakan tak penting lagi.

"Begini, Nak. Teknologi diciptakan manusia untuk mempermudah, salah satunya silaturrahim. Tapi perlu diingat, teknologi sama sekali tak menghilangkan keutamaan silaturrahim secara langsung, face to face. Teknologi seperti handphone yang sekarang hampir setiap orang punya, bahkan lebih dari satu, memberikan solusi untuk tetap menjalin silaturrahim yang terkendala oleh jarak, waktu, ataupun keadaan yang tidak memungkinkan. Kita harus bijak, kapan dan dalam kondisi yang bagaimana, teknologi digunakan untuk menjalin silaturrahim. Teknologi bisa membuat yang jauh terasa dekat, tapi jangan sampai yang dekat justru seolah jauh. Tidak tepat tentunya jika dengan saudara dan tetangga yang dekat kita mengucapkan selamat Idul Fitri, memohon maaf melalui SMS atau telpon. Sesibuk apakah kita sampai tak ada waktu untuk bersilaturrahim dengan mereka, bahkan untuk setahun sekali? Ingat anakku, silaturrahim itu bisa memperpanjang umur dan juga memperluas rejeki!"

Featured post

Sebab Cinta Tak Harus Menangis

“ Aku bangga pada kalian. Kesabaran, ketegaran dan juga ketabahan kalian. Pertahankan, karena hidup harus tetap berjalan! “ sebuah sms mas...

 
© Copyright 2035 Ruang Belajar Abi
Theme by Yusuf Fikri