21 Sep 2010

Kembali

Assalamu’alaikum, apa kabar sahabat dan juga kerabat? 

 Alhamdulillah wa syukurillah, puji syukur tiada hentinya kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas seluruh nikmat dan karunia Nya. Sholawat serta salam tiada putus kita persembahkan kepada junjungan alam Rusululloh SAW, keluarga, para sahabat dan semoga syafaatnya mengalir kepada seluruh pengikutnya sampai akhir zaman, termasuk kita. Insya Allah, amin.

Masih dalam suasana Idul Fitri, perkenankan kembali saya menghaturkan Selamat Idul Fitri 1431 H. Taqobbalallohu minna wa minkum, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Mohon maaf lahir dan batin, semoga kita bisa meraih dan mempertahankan ke-fitri-an ini, fitri dalam arti benar-benar kembali kepada kesucian layaknya bayi yang baru dilahirkan, bukan fitri dalam arti sekedar kembali makan pagi. Insya Allah, amin.


Alhamdulillah, mulai hari ini saya bisa kembali melaksanakan tugas dan pekerjaan saya. Juga menyambung silaturahim dengan sahabat dan kerabat melalui dunia maya. Banyak pelajaran, pengalaman dan kenangan yang saya dapatkan selama mudik lebaran. Namun, sebelumnya saya mohon maaf karena untuk saat ini saya belum bisa terlalu banyak berbagi kisah ataupun hikmah kepada sahabat dan juga kerabat.

Sebaliknya, jika tidak memberatkan saya atas nama pribadi dan juga keluarga, kembali mohon doa dari sahabat dan kerabat semua untuk kesembuhan istri saya ( Sunarsi binti Sunar ) yang kembali menjalani perawatan di rumah sakit sejak 16 September 2010. Hasil pemeriksaan medis menyebutkan bahwa kadar HB istri saya hanya 4.4 , kadar ureum : 338, dan kadar creatinin: 19.8. ( Data pada akhir bulan Juli lalu, ketika pertama kali dirawat di rumah sakit, kadar HB : 4.0, ureum: 208, creatinin : 8.77 ). Inalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Sebuah fakta yang sangat berat, namun bagaimanapun harus kami terima dengan ikhlas dan kami hadapi dengan sabar dan tabah. Insya Allah.

Secara medis, dokter mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali segera dilakukan HD atau cuci darah. Namun saya, seluruh keluarga dan terutama pasien sendiri tidak ingin menempuh jalan ini. Bukan mengecilkan saran dan anjuran dokter - toh pada kenyataannya kami tetap mendatangi rumah sakit untuk pertolongan pertama - namun kami berdua dan juga seluruh keluarga dari kedua belah pihak, berharap dengan ijin Allah, dengan kuasa Allah, dengan kehendak Allah, dan dengan kasih sayang Allah akan mendapatkan kesembuhan dengan jalan lain.  

Bismillahirrohmairrohiim, kami sepakat untuk mencari pengobatan yang lain dengan prioritas pengobatan yang sesuai syariah Islam. Mohon doa dari sahabat dan juga kerabat, semoga Allah berkenan mengabulkan ikhtiar kami, membimbing kami, melindungi kami dan memberikan kesembuhan pada orang yang sangat kami cintai. Amin.

Terima kasih kembali kami haturkan, mohon maaf bila dianggap merepotkan. Bukan, bukan bermaksud melibatkan sahabat dan kerabat dalam setiap ujian yang kami hadapi, tapi kami sadar bahwa kami hamba yang lemah, kami membutuhkan do’a kalian semua. Dalam kepanikan, terkadang kami khawatir do’a kami kurang khusyuk. Insya Allah, semakin banyak yang mendoakan dan dengan doa yang tulus ikhlas dari sahabat dan kerabat semua, Allah berkenan mengabulkan. Amin ya Allah ya robbal ‘alamin.

Featured post

Sebab Cinta Tak Harus Menangis

“ Aku bangga pada kalian. Kesabaran, ketegaran dan juga ketabahan kalian. Pertahankan, karena hidup harus tetap berjalan! “ sebuah sms mas...

 
© Copyright 2035 Ruang Belajar Abi
Theme by Yusuf Fikri