10 Sep 2012

Berdamai Dengan Keadaan


Seseorang memberi kabar melalui sms, bahwa ia sedang mengikuti sebuah rapat penting namun suhu ruangannya terlalu rendah hingga membuatnya tidak nyaman dan sulit berkonsentrasi. Tak mungkin menyarankan ia untuk menaikkan suhu ruangan, karena ia adalah peserta undangan, akhirnya aku sarankan agar ia berusaha mengalihkan perhatian dari dinginnya suhu ruangan dengan berkonsentrasi; mengapa dan untuk apa ia berada di dalam ruang rapat beserta puluhan peserta lainnya.

Setengah bercanda, aku ingatkan agar ia tak membayangkan nikmatnya makan bakso panas kesukaannya. Jangan pula menghayalkan hangatnya sinar matahari di pantai indah yang pernah ia kunjungi. Sebab yang demikian hanya akan membuat dingin semakin terasa, dan akhirnya akan membuatnya semakin tersiksa. Nikmati saja suasana yang ada.



Setelah ikhtiar optimal dilakukan, namun tetap saja hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka berdamai dengan keadaan dan kenyataan hendaknya diusahakan.  

Hal ini pula yang sedang coba dilakukan oleh Annisa, gadis kecil yang kini telah beranjak remaja. Tidak mudah baginya untuk mengatakan ‘iya’ pada pertanyaan yang diajukan padanya, tapi sulit pula untuk ia menjawab sebaliknya. Ia menyadari,  selain untuknya, ‘lelaki itu’ mempunyai kehidupan sendiri, keinginan dan juga kebutuhan.

Pengalaman hidup banyak memberi Anisa pembelajaran dan pemahaman bahwa setegar dan setabah apapun seseorang, tak bisa ia menghadapi semuanya seorang diri. Karenanya, Anisa berusaha berdamai dengan kenyataan, sudah saatnya ia memberikan sebuah kesempatan. Satu hal yang ia yakin, tak mungkin laki-laki penuh kasih itu akan mengabaikan pendapatnya, apalagi keberadaannya.

Berdamai dengan keadaan, juga kenyataan, tidak mudah memang tapi tentu bukanlah sesuatu yang mustahil. Sejauh apapun perbedaan antara harapan dengan kenyataan, akan terasa lebih ringan  bila kita bisa berdamai dengan kenyataan, Yakinlah bisa, jangan mudah berputus asa, kecuali jika memang terbiasa mengelak sebelum melakukan, memaksa keinginan, tak mau menerima bahwa yang terbaik untuk kita adalah pilihan dan ketetapan Tuhan. 


Featured post

Sebab Cinta Tak Harus Menangis

“ Aku bangga pada kalian. Kesabaran, ketegaran dan juga ketabahan kalian. Pertahankan, karena hidup harus tetap berjalan! “ sebuah sms mas...

 
© Copyright 2035 Ruang Belajar Abi
Theme by Yusuf Fikri