3 Jul 2014

Bukan 1 Atau 2, Tapi 3

Assalamu’alaikum,
Apa kabar sahabat dan kerabat Abi? Bagaimana puasanya, lancar? Insya Allah. Mudah-mudahan puasa kita, ibadah kita diterima Allah SWT. Amiin. Kembali mengingatkan bahwa puasa itumenahan, bukan sekedar menunda, karenanya mari kita jaga puasa kita dari perkara-perkara yang bisa membatalkan pahala puasa, tahan dan kendalikan nafsu, jangan sampai tak ada yang kita dapatkan kecuali lapar dan dahaga.

Ada yang berbeda antara Ramadhan kali ini dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Ada dua moment yang bagi sebagian orang juga terasa istimewa – namun tidak terlalu berpengaruh bagi sebagian lainnya, yaitu pemilihan presiden dan juga piala dunia. Apapun pendapat sahabat dan kerabat Abi terhadap hal ini, semestinya moment kampanye hingga pemilihan presiden yang tinggal menghitung hari, juga piala dunia yang sedang berlangsung janganlah sampai mengurangi kekhusyukan kita dalam berpuasa dan beribadah lainnya.

Selisih satu tahun dengan periode pemilihan presiden, piala dunia menjadi salah satu moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh penggemar sepak bola di seluruh dunia, termasuk sebagian umat muslim di Indonesia. Karena saya tidak termasuk di dalamnya, maka saya tidak akan banyak berkomentar tentang piala dunia, saya hanya mengingatkan kepada sahabat dan kerabat Abi semua, janganlah karena piala dunia, mereka yangdi sana sehat, tapi yang di sini justru maksiat. Tinggalkan apapun nama dan bentuk perjudian yang dilatarbelakangi event ini. Jangan pula waktu-waktu pertandingan lebih diperhatikan dibanding waktu-waktu istimewa untuk kita mendekatkan diri kepada Sang Maha. Benar bahwa puasa hanya dijalankan di siang hari, tetapi Ramadhan adalah sepanjang bulan, keagungan, kemuliaan dan keberkahannya bukan hanya siang tapi termasuk juga malam. Janganlah karena menonton pertandingan hingga larut malam lantas sholat dan sahur yang penuh keberkahan ditinggalkan.

Terkait pemilu presiden yang tinggal menghitung hari, janganlah karena mendukung salah satu pasangan capres-cawapres kemudian menjatuhkan pasangan capres-cawapres lainnya dengan komentar-komentar yang tidak semestinya. Miris rasanya melihat kenyataan di berbagai media, saling serang, saling menjatuhkan bahkan yang disayangkan, bermacam statemen dan komentar terucap dari pihak-pihak yang lebih banyak berdasarkan prasangkanya, penilaian pribadinya, tanpa pengetahuan dan pemahaman yang mencukupi akan hal ini. Ini memang era reformasi, setiap warga negara berhak menyampaikan pendapatnya, aspirasinya, namun saya pribadi memilih menggunakan hak saya untuk diam, dalam arti tidak ikut berkomentar tanpa ilmu dan pengetahuan yang mendasar. Bagi saya, masing-masing pasangan capres-cawapres memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Sama seperti kita, mereka juga manusia, makhluk sempurna yang tiada sempurna. Benar bahwa kita tak bisa mendapatkan yang sempurna, tapi kita bisa memilih satu yang terbaik di antara dua. Tanyakan hati nurani, mana diantara mereka yang lebih amanah, lebih layak untuk kita patuhi karena dia yang akan memimpin kita, lima tahun ke depan.

Mana pasangan capres-cawapres pilihan Abi?, tanya seorang teman di satu kesempatan. “1 atau 2?”

“Tiga”, jawabku santai.

“Tiga? Kan capresnya hanya ada dua?!”

Pasangan capres-cawapresnya memang ada dua, tapi jawaban saya bukan untuk nomor urut capres-cawapres mana yang akan saya pilih. Sesuai asas pemilu, langsung, umum, bebas dan rahasia, biarlah itu menjadi rahasia saya pribadi. Tiga yang saya maksudkan di sini adalah, ada tiga antologi terbaru yang sudah bisa dibeli untuk melengkapi koleksi sahabat dan kerabat Abi. Kalau dilihat dari temanya, ketiganya sesuai dengan momentum Ramadhan dan sekaligus referensi untuk liburan selama lebaran.

Yang pertama, antologi puisi Harmoni. Untuk pertama kalinya, saya membuat sebuah puisi untuk proyek menulis buku bersama warga Warung Blogger. Aku Malu, itu judul puisi yang saya daftarkan – dengan rasa malu yang sebenarnya karena menulis puisi semacam ini adalah kali yang pertamaya. Beserta hasil warga Warung Blogger lainnya, antologi ini dipasarkan dengan harga Rp. 35.000 per eksemplar dan bisa sahabat dan kerabat Abi pesan dengan menghubungi Rudi G.Aswan melalui akun facebooknya,  Belalang Cerewet 

Yang kedua, antologi Blogger Walking, Cerita Pencinta Dunia Maya Menjelajah Asia. Jika dalam antologi Harmoni, kami – warga Warung Blogger- berkarya dalam bentuk puisi, maka di antologi Blogger Walking kami berbai cerita tentang pengalaman wisata ke berbagai tempat di Indonesia hingga cakupan Asia. Melalui tulisan berjudul Yang Anda Cari Ada Di Sini, sahabat dan kerabat Abi bisa mendapatkan banyak informasi tentang kota Kebumen – kota kelahiran saya – mulai dari objek wisatanya, budaya hingga kulinernya. Penasaran? Antologi ini juga bisa sahabat dan kerabat Abi pesan dengan menghubungi Rudi G.Aswan melalui akun facebooknya,  Belalang Cerewet  dengan harga Rp. 38.000 per eksemplarnya. Sebagai informasi bahwa keuntungan dari penjualan antologi Harmoni dan Blogger Walking (juga antologi warga Warung Blogger lainnya) akan digunakan untuk proyek amal yang akan dikelola secara transparan dana terbuka.


Yang ketiga, ini yang masih ‘hot’-  baru diangkat dari penggorengan J - yaitu antologi Di Setiap Sujud Ibu, Terselip Doa Untukku”. Bermula dari event menulis dengan tema dahsyatnya doa ibu yang diadakan Dive Press – penerbit ini tentu sudah tak asing lagi bagi para pecandu buku -, antologi ini terlahir. Sebanyak 60 peserta berhasil lolos seleksi sehingga kemudian dipecah menjadi dua buku, satu berjudul Di Setiap Sujud Ibu, Terselip Doa Untukku dan Restu Ibu adalah Restu Allah. Tulisan berjudul “Sekolah atau Menikah Kataku, Menikah dan Sekolah Katamu” berada di halaman 24 – 29 buku Di Setiap Sujud Ibu, Terselip Doa Untukku. Tulisan ini dilatar belakangi pengalaman pribadi yang selain mengilhami tulisan ini juga insya Allah memberikan inspirasi untuk buku penyusunan buku saya yang kedua. Insya Allah, mohon doanya. Sahabat dan kerabat Abi yang menginginkan kedua buku ini, silahkan kunjungi akun Diva Press untuk keterangan lebih lanjut.

Terakhir, mohon maaf apabila ada salah kata, kalimat ataupun bahasa – termasuk pemilhan judul yang mungkin tidak menimbulkan persepsi yang berbeda. Setelah cukup lama absen dari belajar merangkai kata, mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan manfaat, membawa kebaikan dan mengajak pada perbaikan. Amiin.

Wassalamu’alaikum….

3 comments

Alhamdulillah, selamat atas telah terbitnya buku antalogi barunya...

Betewe, saya juga sudah terganggu masalah copras-capres. Banyak teman karena beda pihan jadi berantem di dumay. Capres pilihan mereka seolah nabi yang tidak punya kekurangan :(

04 July, 2014

Alhamdulillah... Selamat untuk ketiga bukunya, Abi... Semoga bermanfaat bagi banyak orang... :)

08 April, 2016

Masya Allah, selamat atas terbitnya buku ke 3 ya abi

Post a Comment

 
© Copyright 2035 Bacalah, lalu Tulislah!
Theme by Yusuf Fikri