29 Dec 2009

Antara Teman Dan Keyakinan

Aku baru saja pulang dari sholat Isya di mushola ketika kulihat putri tunggalku sudah menunggu di depan pintu dengan senyum mengembang di wajahnya. Dengan semangat dia katakan bahwa Om A tadi datang ke rumah tapi tidak lama, hanya mengantar bingkisan dan langsung pamit pulang karena buru-buru mau ke gereja untuk merayakan malam natal di sana.

Om A adalah teman kantorku, dia bersebelahan meja denganku. Dia seorang keturunan China yang beralih keyakinan dari Budha menjadi seorang nasrani. Sebagai teman kerja, A adalah teman yang ramah, baik hati dan suka membantu. Dia juga memiliki toleransi yang tinggi untuk urusan agama.

25 Dec 2009

Lebih Dari Sekedar Sahabat

Di perusahaan ini, aku bukanlah satu-satunya karyawan yang sama-sama berasal dari Kebumen. Ada belasan karyawan lain yang juga berasal dari sana. Tapi entah mengapa, sejak pertama dia masuk kerja di perusahaan ini empat tahun silam, seolah dia hanya akrab denganku.

Semula aku mengira sebagai karyawan baru dia hanya butuh sosok seorang teman sedaerah sebelum akhirnya dia bisa menyesuaikan diri dengan pekerjaannya, lingkungan dan rekan-rekan kerja lainnya. Tapi kenyataannya tidak, dia menganggapku sebagai kakak bukan saja di awal bekerja atau di lisan saja.

Dua tahun yang lalu, sahabatku ini akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempat kami bekerja karena ada tawaran kerja di daerah Cikarang dengan tawaran gaji dua kali lipat. Sebagai sahabat, aku mendukung penuh meskipun ada perasaan sedih juga harus berpisah dengannya. Ada banyak kenangan indah dan mengharukan yang telah kami lalui bersama.

22 Dec 2009

Selamat Hari Ibu

Menjadi perempuan bukanlah sebuah pilihan, melainkan ketetapan dari Sang Maha Pencipta, Allah SWT. Tetapi menjadi seorang ibu tak hanya sekedar pilihan, butuh perjuangan sekaligus pengorbanan.


Seorang ‘ibu’ adalah perempuan yang dengan kepekaannya mampu menjawab arti cinta tanpa banyak kata, mencurahkan segenap kasih tanpa ada pamrih serta memberikan sayang yang tak terbilang kepada anak, suami dan juga keluarga. Namun tidak setiap perempuan serta merta menjadi ibu, terutama mereka yang tak memiliki kepekaan terhadap nalurinya yang sarat cinta, kasih dan juga sayang.

Berbahagialah bagi para perempuan yang bisa memposisikan dirinya sebagai ibu dalam arti yang seluas-luasnya, bukan sekedar mereka yang telah berkeluarga dan memiliki anak. Bagi kalian para ibu, terimalah salam penghormatan dari kami, anak dan juga suami.

Selamat hari ibu bagi;
- Ibuku tercinta, tiada kata yang dapat menggambarkan rasa syukurku telah dilahirkan dari ibu semulia dirimu
- Istriku tersayang, tiada rasa yang dapat mewakilkan betapa terima kasihku padamu yang telah mendampingi dalam suka maupun dukaku
- Kakak-kakakku, salam hormatku untuk kalian semua, jadilah ibu yang seperti ibu
- Perempuan-perempuan yang ‘berkeinginan menjadi ibu’, ada syurga bagi kalian wahai kaum ibu.


16 Dec 2009

Tahunnya Sudah Hijriyah, Tapi Perbuatannya Masih Jahiliyah

Hari masih pagi, baru pukul 08.45 ketika listrik tiba-tiba padam tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak PLN. Pet! Gelap seketika dan semua data di komputer yang belum sempat di simpan terpaksa nanti harus dikerjakan ulang. Perusahan tempaku bekerja memang belum memiliki genset yang mampu menyuply listrik untuk seluruh mesin dan kantor. Hanya bebarapa kantor yang bisa diusahakan tetap menyala, namun itupun harus menunggu sekitar 15 menit untuk persiapan pemindahan dari power PLN ke genset sampai semua komputer bisa dipergunakan kembali. Waktu jeda sekitar 15 menit seperti inilah yang kemudian dipakai oleh kami untuk beristirahat sejenak dari rutinitas pekerjaan. Begitupun pagi itu, meski kami baru saja memulai pekerjaan, namun karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dilakukan tanpa adanya aliran listrik, maka aku dan teman-teman sekantorku berkumpul dimeja besar di tengah ruangan yang semula direncanakan untuk meja meeting namun sampai sekarang belum pernah sekalipun digunakan.

10 Dec 2009

Merindu Baitulloh


Aku sengaja tidak langsung pulang meskipun sebagian besar jamaah sholat Idul Adha sudah pulang ke rumah masing-masing. Bahkan sampai semua tikar yang dihamparkan di halaman mushola sudah selesai dirapihkan, aku masih menunggu lelaki itu menyelesaikan sholat dhuhanya. Ada sesuatu yang membuatku penasaran dan ingin segera kudapatkan jawaban darinya.

Lelaki bersarung coklat itu datang kurang lebih tiga puluh menit sebelum sholat idul adha dimulai, hanya berselang beberapa menit setelah kedatanganku. Dia mengambil tempat duduk tepat di samping kananku. Sejak kedatangannya, dia lebih banyak menunduk. Suara takbirnya hanya samar-samar kudengar. Beberapa kali aku sempat menangkap gerakan tangannya mengusap mukanya. Lebih tepatnya menghapus air mata yang meleleh di pipinya.

8 Dec 2009

Antara Hujan Dan Hajatan


Bulan Dzulhijjah, ada yang menyebutnya bulan haji karena di bulan inilah dilaksanakannya ibadah haji. Namun ada pula sebagian orang yang mengistilahkan bulan Dzulhijjah sebagai bulan perkawinan atau hajatan. Hal ini bisa diterima secara nalar karena memang di bulan Dzulhijjah banyak pasangan yang melangsungkan pernikahan sekaligus hajatan. Sampai pertengahan bulan saja, tak kurang dari lima undangan walimahan datang kepadaku. Alhamdulillah, banyak orang yang mengikuti sunnah nabi, menggenapkan separuh agamanya. Semoga mereka dijadikan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah. Dan kepada keluarganya yang telah bekerja keras mengadakan resepsi pernikahan semoga Allah memberikan keberkahan. Amin ya Allah ya robbal alamin.

1 Dec 2009

Makan Malam Di Pinggir Istana


Tidak seperti biasanya, usai sholat sunah ba’diyah Isya pak Komar langsung pulang. Tawaran merokok dari bapak-bapak jamaah lainnya yang sedang duduk santai di teras mushola ditolaknya secara halus. Pak Komar terburu-buru pulang karena malam itu dia mendapatkan undangan istimewa. Sebuah undangan makan malam yang jarang sekali dialamatkan kepadanya.

Pemberi undangan makan malam istimewa itu adalah seorang perempuan cantik yang dikenalnya enam belas tahun silam. Perempuan yang dulu banyak digandrungi teman-teman sekolahnya. Perempuan berwajah teduh dan berhati lembut yang sepuluh tahun silam mengucapkan ikrar setia untuk mendampingi hidupnya dalam suka maupun duka. Perempuan penyabar yang membuat hidupnya tentram, damai dan bahagia bersama seorang putri jelita mereka. Perempuan itu adalah istrinya, ibu dari Aisyah, putri tunggal mereka.

Featured post

Sebab Cinta Tak Harus Menangis

“ Aku bangga pada kalian. Kesabaran, ketegaran dan juga ketabahan kalian. Pertahankan, karena hidup harus tetap berjalan! “ sebuah sms mas...

 
© Copyright 2035 Ruang Belajar Abi
Theme by Yusuf Fikri